BERKABAR.CO.ID – Perpustakaan Kota Pontianak mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan peningkatan kesejahteraan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menyampaikan hal itu saat Kunjungan Pers di Perpustakaan Kota Pontianak pada Selasa 18 Agustus 2026.
Sri menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan konsep inklusi sosial. Masyarakat tidak hanya menggunakan perpustakaan untuk membaca. Tetapi juga memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan demi meningkatkan penghasilan serta kesejahteraan.
“Jadi, perpustakaan ini bukan hanya sekadar tempat membaca. Tetapi masyarakat juga bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan yang diberikan pustakawan maupun narasumber dari luar,” ujarnya.
Sri menambahkan bahwa rata-rata kunjungan ke Perpustakaan Kota Pontianak mencapai 200 orang per hari. Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, guru, hingga masyarakat umum, memadui fasilitas tersebut. Pihaknya berharap peningkatan jumlah pengunjung ini turut mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Pontianak. Diketahui nilai IPLM Pontianak kini berada di angka 34,85 atau menempati peringkat kedua di Kalimantan Barat.
“Semakin banyak pengunjung perpustakaan, kita berharap nilai literasi masyarakat semakin meningkat. Kalau literasinya semakin baik, maka kota itu akan semakin maju,” katanya.
Selain layanan tatap muka, masyarakat dapat mengakses koleksi secara daring melalui aplikasi PerpusKite, termasuk buku elektronik. Pengunjung juga bisa memesan buku secara daring sebelum mengambil atau meminjam koleksi fisiknya.
Disperpusip Kota Pontianak juga menyediakan lima rumah baca. Lokasinya tersebar di Taman Catur, Taman Akcaya, Taman Digulis, Taman Alun, dan Kecamatan Pontianak Timur.
“Intinya, semakin banyak pengunjung akan semakin baik. Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di perpustakaan,” harapnya.
Lebih lanjut, Perpustakaan Kota Pontianak menyediakan layanan khusus bagi penyandang disabilitas, seperti koleksi buku Braille dan fasilitas pendampingan. Pengelola juga menghadirkan Layanan Pojok Braille di Rumah Baca Taman Akcaya agar memberikan akses bahan bacaan bagi masyarakat dengan hambatan penglihatan.
“Dengan beragam layanan tersebut, kami berharap perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bersama yang mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta budaya literasi masyarakat,” tutupnya.***












