Insiden Kericuhan Warnai Musda Hipmi XVI Kalbar, Pleno Sempat Dihentikan Sementara

Suasana di Musda HIPMI Kalbar

BERKABAR.CO.ID – Insiden kericuhan warnai Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat yang digelar di Ballroom Hotel Aston, Jalan Gajah Mada, Pontianak Sabtu 17 Mei 2025.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba memasuki area sidang.

Akibatnya, jalannya pleno yang saat itu tengah membahas pandangan umum terkait laporan pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum harus dihentikan sementara.

Humas Musda HIPMI Kalbar, Tarjan Sofian, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut tidak menghambat keseluruhan rangkaian Musda.

Ia menegaskan bahwa kegiatan pleno tetap dilanjutkan setelah situasi dapat dikendalikan.

Baca Juga : Musda XVI BPD HIPMI Kalbar Ricuh

“Kami sempat menghentikan sidang hingga sekitar pukul 18.20 WIB. Setelah salat Maghrib, pleno kami lanjutkan seperti semula,” ucapnya.

Menurut Tarjan, pihak yang masuk secara tiba-tiba bukanlah bagian dari HIPMI maupun peserta resmi Musda.

“Mereka bukan dari BPC, bukan juga peserta Musda. Bahkan dari sisi usia terlihat lebih tua. Kami tidak mengenal mereka dan tidak mengetahui maksud kedatangan mereka,” ungkapnya.

Ia menduga ada upaya untuk mengacaukan jalannya Musda, namun panitia memutuskan tetap bersikap tenang dan menjaga situasi agar tidak memanas.

Baca Juga : Suasana Meriah Warnai Pelantikan BPC HIPMI Pontianak di Pasar Tengah

“Kami sudah bekerja maraton selama dua hari terakhir. Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah kembali kondusif,” lanjutnya.

Musda kali ini juga mendapat perhatian dari Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI yang turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap proses demokrasi dalam tubuh organisasi.

Terakhir ia menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan kekeluargaan tetap menjadi fondasi dalam berorganisasi di HIPMI.

Baca Juga : BPC HIPMI Bengkayang Salurkan Bantuan Korban Banjir

“Di HIPMI, tidak ada kompetisi untuk bermusuhan. Kita bersaing untuk bersanding. Dinamika itu wajar, tapi jangan sampai memutus silaturahmi. Kita adalah generasi muda yang ingin membangun dunia usaha secara kolaboratif,” pungkasnya. (Zul)