Kalbar  

Kalbar Sukses Turunkan Angka Karhutla Drastis, Sebaran Titik Panas Bergeser ke Sumatera

Waspada Puncak El Nino September, Menhut dan Gubernur Kalbar Imbau Masyarakat Setop Bakar Lahan.

BERKABAR.CO.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya 3, Kubu Raya pada Senin 24 Agustus 2026. Kedua pejabat memantau langsung strategi operasi darat dan udara untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal di tengah musim kemarau. Hasilnya, sinergi tim gabungan berhasil menekan titik api di Kalbar dari lebih dari 2.000 titik menjadi hanya 28 titik.

Raja Juli Antoni merilis data terkini dari Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi). Data ini menunjukkan adanya pergeseran sebaran titik panas dari wilayah Kalimantan menuju Sumatera. Sistem mendeteksi 127 titik panas di Sumatera Selatan, 54 titik di Riau, dan 40 titik di Jambi. Sementara itu, Kalimantan Barat berhasil menurunkan angkanya menjadi 28 titik, dengan rincian 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan 1 titik di Kubu Raya.

Menteri Kehutanan mengapresiasi keras kerja seluruh elemen penanganan. Keberhasilan ini berkat sinergi TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, BMKG, dan Masyarakat Peduli Api. Mereka mendukung proses pemadaman dengan menjalankan sekitar 200 kali aksi pemadaman udara. Meski demikian, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa pembakaran tidak sempurna di lahan gambut masih menghasilkan asap yang menyelimuti wilayah.

Menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering, Raja Juli Antoni mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. BMKG memprediksi fenomena El Nino mencapai puncaknya pada September. Oleh karena itu, Menteri Kehutanan secara tegas mengimbau masyarakat untuk menghentikan tradisi membakar lahan selama musim kering. Ia menegaskan bahwa percikan api sekecil apa pun sangat berbahaya dalam kondisi saat ini.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Pusat dan Forkopimda. Ia menilai sinergi TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat, dan Brigade KPH berperan besar di balik penurunan drastis jumlah titik api tersebut.

Ria Norsan mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah menghadapi prediksi puncak El Nino pada September. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen terus memperkuat koordinasi bersama Satgas Karhutla. Langkah ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bencana asap dan menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat.***