BERKABAR.CO.ID – Sebanyak 10 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kabupaten Kayong Utara mengikuti Job Fit and Proper Test pejabat di Hotel Grand Mahkota, Pontianak Senin 8 September 2025.
Mereka di antaranya satu pejabat mengikuti evaluasi kinerja setelah enam tahun menjabat, serta sembilan lainnya menjalani job fit.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Erwin menekankan pentingnya uji kompetensi ini bagi keberlangsungan pemerintahan daerah.
Baca Juga : Mantan Menlu Zambia Joseph Malanji Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Helikopter
Menurutnya, pejabat JPTP memiliki peran sentral sebagai penggerak organisasi perangkat daerah.
Sehingga kinerja, kompetensi, dan komitmen mereka harus selalu terjaga.
“Pelaksanaan job fit ini sudah mengantongi izin dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan seluruh prosesnya berpedoman pada regulasi yang berlaku,” ucapnya, Senin 8 September 2025.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kayong Utara ini merupakan bagian dari penerapan sistem merit Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga : Presiden Donald Trump Digugat Atas Pengerahan Garda Nasional Ilegal ke Washington DC
Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diperbarui melalui PP Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.
Lebih lanjut, Erwin menambahkan, pejabat yang telah menjabat dua tahun dapat mengikuti uji kompetensi, sementara yang sudah lima tahun atau lebih menjalani evaluasi kinerja.
Hasil dari proses ini bisa berdampak pada rotasi jabatan sesuai kebutuhan organisasi atau tetap pada posisi yang sama jika dinilai masih relevan.
“Dengan begitu, penempatan pejabat dapat terus disesuaikan dengan dinamika organisasi dan tantangan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Baca Juga : Prancis Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk introspeksi sekaligus dorongan bagi pejabat.
“Agar terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap, uji kompetensi dan job fit mampu mendorong terbentuknya birokrasi yang profesional.
“Kemudian adaptif, serta berintegritas demi kemajuan Kayong Utara,” pungkasnya. *** Zul












