BERKABAR.CO.ID – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memaparkan capaian dan inovasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) pada Virtual Assessment TPAKD Award yang OJK di Data Analytic Room, Kantor Gubernur Kalbar pada Rabu 29 Juli 2026.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk memperkuat akses keuangan inklusif demi mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Norsan menyampaikan apresiasi tinggi kepada OJK Kalbar dan seluruh mitra atas sinergi mereka dalam memperluas akses keuangan. Ia menilai pemerintah daerah, regulator, industri jasa keuangan, dan masyarakat memanfaatkan TPAKD sebagai wadah strategis untuk mempercepat literasi dan inklusi keuangan.
“Melalui TPAKD, kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Barat, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan. Memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan formal. Inklusi keuangan bukan sekadar memperluas akses. Tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Norsan.
Baca juga: Ria Norsan Dukung Penguatan Perdagangan Karbon, Pacu Ekonomi Hijau Kalbar
Pemerintah Provinsi Kalbar membentuk TPAKD sejak 2018 dan berhasil memperluas kehadirannya ke seluruh 14 kabupaten/kota pada 2022. Pemprov mendukung penguatan struktur ini melalui koordinasi intensif, pendampingan, dan dukungan anggaran agar program akses keuangan berjalan optimal.
“Keberadaan TPAKD di seluruh kabupaten dan kota merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas inklusi keuangan di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Berbagai indikator menunjukkan tren positif pembangunan Kalimantan Barat pada 2025. Pemerintah mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 72,09, tingkat kemiskinan 5,97 persen, pengangguran terbuka 4,63 persen, pertumbuhan ekonomi 5,39 persen, serta inflasi terkendali pada 1,85 persen. Capaian ini membangun fondasi ekonomi yang inklusif.
Gubernur mengakui luasnya wilayah, keterbatasan jangkauan layanan keuangan, dan infrastruktur digital yang belum merata sebagai tantangan utama. Namun, Kalbar menyimpan potensi besar di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, hingga perdagangan. Pemerintah juga memfokuskan pembinaan pada lebih dari 225 ribu pelaku UMKM.
Baca juga: Ria Norsan Pimpin Pencanangan BBGRM 2026, Tanamkan Gotong Royong hingga Akar Rumput
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2022 mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat Kalbar mencapai 51,95 persen atau melampaui rata-rata nasional. Sementara itu, masyarakat Kalbar mencapai tingkat inklusi keuangan sebesar 84,16 persen.
“Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tugas kita adalah memastikan potensi tersebut didukung oleh akses pembiayaan yang memadai. Pendampingan usaha yang berkelanjutan, serta literasi keuangan yang baik. Sehingga UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ungkap Norsan.
Untuk mempercepat perluasan akses keuangan, TPAKD Provinsi Kalbar menetapkan delapan tema program kerja pada 2025. Pemerintah mengimplementasikan pemberdayaan UMKM, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Perluasan titik akses keuangan, digitalisasi UMKM, optimalisasi perlindungan pelaku usaha pertanian dan peternakan. Edukasi investasi, optimalisasi program jaminan sosial, serta peningkatan literasi keuangan dan business matching secara terintegrasi.
Ke depan,Ria Norsan menekankan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan berkomitmen memperkuat peran TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Selain itu juga memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin kuat.
“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat akan semakin inklusif. Berkelanjutan, dan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Norsan.***












