BERKABAR.CO.ID – Antusias warga untuk mendapatkan paket sembako dengan harga murah masih cukup tinggi. Setelah Kecamatan Pontianak Tenggara, Selatan dan Pontianak Kota, kini giliran Kecamatan Pontianak Timur.
Tampak warga sudah membentuk antrean di halaman Kantor Camat Pontianak Timur, menunggu giliran untuk membeli paket sembako,Kamis (13/3) pagi.
Pemkot Pontianak menyiapkan paket sembako dengan harga Rp 85 ribu yang berisi beras premium 5 kilogram (kg), gula pasir 1kg dan minyak goreng 1 liter.
Baca juga: Regenerasi Kader, GMNI Kalbar Gelar KTM Pra-Kongres GMNI Ke XXII
Melihat antusiasme warga yang cukup tinggi, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan turun langsung untuk meresmikan operasi pasar di Kecamatan Pontianak Timur tersebut.
“Dari setiap pasar murah yang saya lihat, antusias masyarakat cukup tinggi, bahkan ada yang sudah antre dari pukul 05.00 WIB,” ujarnya.
Menurutnya, membludaknya masyarakat di setiap pasar murah yang digelar ini membuktikan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Ia berharap melalui pasar murah ini, harga-harga komoditas yang biasanya melonjak menjelang hari-hari besar keagamaan, bisa terkendali.
“Ini juga upaya kita untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat terutama di bulan puasa dan menjelang lebaran,” kata Edi.
Baca juga: Berikut Tips Jaga Kesehatan Selama Ramadan
Asnah (58), satu di antara warga yang ikut antre untuk membeli paket sembako murah, mengaku sangat terbantu adanya operasi pasar, apalagi menjelang hari raya.
“Alhamdulillah, dengan harga Rp85 ribu saya bisa mendapat beras, gula dan minyak goreng. Harganya cukup murah, jadi bisa menghemat pengeluaran belanja sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan pasar murah ini merupakan salah satu upaya Pemkot Pontianak untuk menekan dampak inflasi dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah memenuhi kebutuhan pokok mereka. Pasar murah digelar di enam kecamatan secara bergilir.
“Ini program yang sangat bagus. Harapan saya, kegiatan seperti ini bisa dilakukan lebih sering, tidak hanya menjelang hari besar keagamaan saja, tapi juga di waktu-waktu biasa ketika harga kebutuhan pokok mulai naik,”pungkasnya.(Fik)












