BERKABAR,CO.ID – Salah seorang supir truk yang merupakan koordinator Aksi, Mulyono atau yang juga dikenal dengan nama Mulwarok mengeluhkan banyaknya SPBU nakal di Kalimantan Barat.
Menurutnya, sering ditemui pihak SPBU menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pertamina. Harga jualnya bervariasi mulai dari Rp8 ribu hingga Rp10 ribu.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat aksi Solidaritas Driver Truk Kalimantan Barat di Tugu Alianyang, Kubu Raya, Kamis 26 Juni 2025.
“Kita dapat HET nya 50 liter, kalau lebih dari itu harganya beda,” ucapnya, pada Kamis 26 Juni 2025 siang.
Baca Juga : Jatuh ke Palka Berisi Solar, ABK Kapal Pencari Cumi-cumi Meninggal di Mempawah
Ia juga mengungkapkan para sopir kerap harus menginap di SPBU hanya untuk mendapatkan jatah BBM. Namun dengan batas maksimal 80 liter.
Padahal, kebutuhan bahan bakar untuk satu kali perjalanan rata-rata mencapai 100 hingga 200 liter untuk sekali jalan.
Situasi ini berdampak pada waktu tempuh perjalanan yang menjadi lebih lama.
“Perjalanan pulang pergi ke Pontianak yang seharusnya bisa selesai lebih cepat kini memakan waktu 4 hingga 5 hari karena terbatasnya akses terhadap solar subsidi,” ungkapnya.
Baca Juga : Diduga SPBU Tayan Hilir Lakukan Pengisian Solar Bersubsidi ke Truk Siluman
Terakhir, ia berharap pemerintah segera turun tangan dan menuntaskan permasalahan ini.
Agar para pengemudi truk bisa bekerja lebih lancar dan tidak dirugikan oleh praktik jual beli BBM di luar ketentuan. *** Zul












