Diduga SPBU Tayan Hilir Lakukan Pengisian Solar Bersubsidi ke Truk Siluman

Diduga sebuah truk siluman yang sedang mengisi BBM jenis Solar bersubsdi di SPBU 64.785.16 di Jalan Trans Kalimantan, Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Jumat (7/3) malam. Foto: (tangkapan layar)

BERKABAR.CO.ID – Sejumlah sopir truk ekspedisi melakukan protes kepada pihak SPBU 64.785.16 yang berlokasi di Jalan Trans Kalimantan, Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau pada Jumat 7 Maret 2025 Malam.

Pasalnya, petugas SPBU mengaku tak melayani mobil truk ekspedisi. Namun di waktu yang sama, diduga sebuah truk tangki siluman tengah mengisi bahan bakar jenis solar subsidi di SPBU tersebut.

Salah seorang sopir truk mengungkapkan pihak SPBU hanya melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi kepada truk tangki siluman. Bahkan petugas SPBU menyebut larangan pengisian BBM jenis Solar kepada truk ekspedisi adalah perintah dari Bos.

“Perintah dari Bos, truk ekspedisi tak boleh ngisi di sini,” ucap petugas SPBU kepada salah seorang sopir yang dirahasiakan namanya.

Baca juga: BNNP Kalbar Musnahkan Barang Bukti 9 Kg Lebih Sabu dan 6 Kg Ganja

Diketahui kemudian, truk yang sedang mengisi bahan bakar jenis solar subsidi tersebut ternyata memiliki tangki penampungan didalam baknya.

“Truk siluman itu didalam baknya ada tempat penampungan solar lagi” ungkap sopir ekspedisi.

Setelah terjadi cekcok mulut yang cukup lama dengan petugas SPBU, sejumlah truk ekspedisi akhirnya diperbolehkan untuk mengisi bahan bakar dengan batas maksimal 50 liter.

“Setelah 1 Truk siluman selesai diisi, kami akhirnya dibolehkan untuk isi solar, tapi dijatah hanya 50 liter setiap truknya,”ujarnya.

Baca juga: Pastikan SPBU Tak Curang, Tim Pengawasan Uji Tera Pompa SPBU di Pontianak

Dengan kejadian ini, sejumlah sopir truk ekspedisi menyayangkan aksi arogan pihak SPBU yang melarang mereka untuk mengisi bahan bakar solar bersubsidi.

“Kami juga rakyat, kami juga cari nafkah untuk keluarga kami, udah lah hidup nih sulit jangan lah untuk ngisi solar pun kami dipersulit “pungkasnya.(Fik)