BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge) dan Huawei Indonesia untuk meluncurkan program kelas pintar (Smart Board) sekaligus layanan internet gratis di sekolah-sekolah menengah atas, sebagai bagian dari transformasi pendidikan digital dan perluasan akses belajar berkualitas di daerah.
Peluncuran perdana dilakukan di SMA Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Mempawah, dengan pemanfaatan teknologi pembelajaran jarak jauh berteknologi tinggi milik Huawei.
Smart Board dilengkapi dengan perangkat canggih seperti interactive smart screen, kamera HD, papan pintar, serta mikrofon nirkabel, yang memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara real-time, interaktif, dan imersif antara guru dan siswa di dua lokasi berbeda.
Dalam uji coba yang dilakukan pada Senin, 23 September 2025, seorang guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Pontianak berhasil mengajar secara langsung kepada siswa yang berada di dua lokasi berbeda melalui perangkat Smart Board.
Baca Juga : Sembilan Sekolah di Kalbar Mulai Dipasang Internet Gratis, Target 427 Sekolah Akhir 2025
Pengalaman belajar ini tak hanya membuktikan keandalan sistem, tetapi juga memperlihatkan bagaimana teknologi mampu menghapus batas geografis dalam pendidikan.
CEO Huawei Indonesia Enterprise Business, James Zeng menjelaskan bahwa sistem kelas pintar ini memungkinkan siswa untuk terhubung secara langsung dengan pengajar, dan dapat mengakses kembali materi pelajaran kapan saja dan di mana saja melalui rekaman digital.
“Siswa dapat berinteraksi dengan guru secara real-time dan mengakses kembali pelajaran kapan saja dan di mana saja,” ucapnya.
Ia menambahkan, penerapan teknologi seperti ini sangat relevan bagi daerah seperti Kalimantan Barat yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah-wilayah pedesaan dan terpencil.
Baca Juga : Menteri PANRB Rini Widyantini: Kecerdasan Buatan untuk Digitalisasi Birokrasi Indonesia
Selain menghadirkan kelas pintar, Surge dan Huawei juga menyediakan layanan internet gratis di SMA Negeri 1 Pontianak sebagai bagian dari infrastruktur pendukung digitalisasi sekolah.
Akses internet yang cepat dan stabil menjadi fondasi penting agar sistem pembelajaran daring dapat berjalan optimal.
Menurut James Zeng, internet gratis di sekolah bukan hanya pelengkap, melainkan elemen esensial dari ekosistem pembelajaran digital yang inklusif.
Ia menyatakan bahwa kehadiran koneksi internet berkecepatan tinggi akan memperkecil kesenjangan akses informasi antara sekolah di kota dan di daerah.
Baca Juga : 48 Persen Anak di Indonesia Saat Akses Internet Pernah Alami Perundungan Online
“Inisiatif ini adalah contoh nyata bagaimana kemitraan publik dan swasta dapat mempercepat transformasi digital pendidikan sekaligus mendukung program nasional Merdeka Belajar,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, khususnya Dinas Pendidikan, menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.
Keterlibatan pemerintah daerah menunjukkan adanya komitmen untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kalbar, tanpa terkecuali.
Pihak Surge dan Huawei bersama Dinas Pendidikan Kalbar juga mengonfirmasi rencana untuk memperluas implementasi Smart Classroom dan internet gratis ke lebih banyak sekolah dalam waktu dekat.
Tujuannya agar setiap siswa, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas dengan dukungan teknologi modern.
Baca Juga : Indosat Ooredoo Hutchison Perluas SATSPAM ke Pontianak, Perkuat Perlindungan Digital Masyarakat
Program Smart Board dan internet gratis ini sejalan dengan visi besar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program Merdeka Belajar, yang menekankan pentingnya kebebasan, akses, dan pemerataan dalam proses belajar-mengajar di seluruh Indonesia.
Inisiatif ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan mampu menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan-tantangan mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya di era digital. *** Zul












