Kalbar  

Sembilan Sekolah di Kalbar Mulai Dipasang Internet Gratis, Target 427 Sekolah Akhir 2025

Internet Gratis Mulai Dipasang di 9 Sekolah Kalbar, Target 427 Sekolah Akhir 2025

BERKABAR.CO.ID – Program internet gratis untuk pendidikan resmi dimulai di Kalimantan Barat.

Saat ini, sembilan sekolah yang tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Bengkayang sudah menikmati layanan jaringan berkecepatan 100 Mbps.

Targetnya, hingga akhir 2025 seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri yang berjumlah 427 sekolah akan terpasang internet gratis.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menjelaskan program ini merupakan inisiasi Presiden Prabowo Subianto yang kemudian ditarik ke Kalbar melalui lobi Gubernur.

“Pak Presiden belajar dari pengalaman Tiongkok, di mana akses internet dibuka luas sampai ke daerah sehingga mendorong kemajuan ekonomi. Program ini awalnya dipasang di Jawa, lalu rencananya ke Bali. Namun Pak Gubernur melobi agar Kalbar bisa lebih dulu menerima program ini, dan kita siap menampung,” katanya di sela HUT ke-72 SMAN 1 Pontianak, Senin (23/9).

Baca juga: Kemensos Luncurkan Sekolah Rakyat, Pendidikan Gratis untuk Anak Jalanan dan Keluarga Miskin

Dalam peluncuran perdana, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa janji menghadirkan internet gratis di sekolah mulai diwujudkan.

“Hari ini kita luncurkan sembilan sekolah dulu yang kita luncurkan internet gratis. Nah ini ya adek-adek saya memenuhi janji saya, waktu itu saya berjanjikan, insyaallah kita akan tidak lama lagi akan mendapatkan internet gratis di sekolah-sekolah. Nanti dari perusahaan akan juga memasang di rumah-rumah yang biaya tidak terlalu mahal. Yang blank spot gimana? Itu nanti bisa dipasang nanti mungkin nanti ditambah alat,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk tahap pertama di tingkat SMA yang kemudian rencananya disusul di tingkat SMP dan juga tempat-tempat umum yang ada UMKM seperti tempat-tempat publik yang nantinya akan dibiayai perusahaan internet provider.

Baca juga: Pendidikan di Wilayah Pedalaman dan Perbatasan Harus Jadi Prioritas

Faisal menambahkan, selain 427 sekolah negeri, sekolah swasta juga masuk dalam pendataan dengan sistem by name by address hingga titik koordinat lokasi. Penyedia jaringan ditangani perusahaan swasta SURGE menggunakan teknologi fiber optik.

“Pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Bahkan ada tambahan fasilitas, seperti di SMAN 1 Pontianak yang dipasangi internet sekaligus mendapatkan smart board,” jelasnya.

Program internet gratis ini diproyeksikan tidak hanya bermanfaat untuk pendidikan, tetapi juga akan diperluas ke masyarakat melalui paket internet murah dengan tarif Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per bulan, serta mendukung literasi digital di berbagai ruang publik dan UMKM di Kalbar. (Reh)