BERKABAR.CO.ID – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Sertifikasi Profesi Barista bertajuk “Oktober Barista”. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, menyebutkan bahwa kopi sudah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup masyarakat Kalbar. Dari Pontianak hingga berbagai kabupaten, warung kopi berkembang menjadi ruang sosial yang memupuk interaksi dan kreativitas.
“Warung kopi dan kafe kini menjamur di berbagai kota. Ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kopi. Tradisi ngopi bukan sekadar menikmati minuman, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial,” ujar Windy.
Baca juga: Ekspor Kopi Brasil ke Amerika Anjlok 60 Persen, Tarif Dagang Jadi Penyebab
Ia menambahkan, meningkatnya budaya ngopi turut mendorong kebutuhan akan barista profesional. Menurutnya, seorang barista bukan hanya penyeduh kopi, tetapi juga seniman dan duta rasa yang mengenalkan kopi lokal kepada dunia.
“Barista adalah wajah industri kreatif. Profesi ini menuntut keterampilan, kepekaan rasa, dan inovasi,” kata Windy.
Sertifikasi profesi ini, lanjutnya, menjadi langkah penting agar para barista memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional. Selain meningkatkan kemampuan individu, program ini juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kalbar.
“Kami berharap peserta tidak hanya mendapat sertifikat, tetapi juga semangat untuk berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan industri kopi lokal,” tutupnya.
Kegiatan “Oktober Barista” menjadi momentum bagi generasi muda kreatif untuk mengasah keterampilan, memperluas jaringan, dan memperkuat posisi Kalbar di industri kopi nasional. (Mdr)












