BERKABAR.CO.ID – Brasil, negara penghasil sekaligus pengekspor kopi terbesar di dunia, tengah menghadapi pukulan berat. Ekspor kopi instan mereka ke Amerika Serikat anjlok nyaris 60 persen pada Agustus 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka mengejutkan ini dirilis oleh Asosiasi Industri Kopi Larut Brasil (ABICS) pada Senin 15 September 2025.
Penurunan tajam tersebut terjadi setelah Washington memberlakukan tarif dagang 50 persen pada produk kopi asal Brasil.
“Tarif 50 persen membuat perdagangan dengan Amerika menjadi tidak menguntungkan. Kita perlu membuka jalur negosiasi yang dapat mengembalikan aliran yang adil dalam hubungan kopi antara Brasil dan AS,” tegas Aguinaldo Lima, Direktur Eksekutif ABICS.
Baca Juga : Kopi Susu Limboeng, Racikan Unik Jadi Primadona di Kubu Raya – Pontianak
Data ABICS menunjukkan, pengiriman kopi instan Brasil ke pasar Amerika pada Agustus hanya mencapai 26.460 kantong ukuran 60 kilogram, turun 59,9 persen dibandingkan Agustus 2024 dan 50,1 persen dibandingkan Juli 2025.
Padahal, Amerika Serikat selama ini merupakan pembeli utama kopi instan Brasil. Dalam delapan bulan pertama tahun ini, AS masih menyerap 443.179 kantong, jauh di atas Argentina dan Rusia yang menempati posisi kedua dan ketiga.
Secara total, Brasil mengekspor 2,5 juta kantong kopi instan ke 88 negara sepanjang Januari–Agustus 2025. Jumlah ini turun 3,9 persen secara tahunan (yoy).
Namun, uniknya, pendapatan ekspor justru melonjak 33 persen, mencapai 760,8 juta dolar AS (setara Rp12,4 triliun). Lonjakan ini terjadi karena harga kopi dunia yang sedang tinggi serta efek fluktuasi nilai tukar.
Baca Juga : Kuliner Khas Malaysia Hadir di Pontianak, Kopi Peng Tawarkan Cita Rasa Sarawak
Dengan kata lain, meski volume ekspor menurun, nilai transaksi tetap memberikan keuntungan lebih besar bagi industri kopi Brasil.
Di dalam negeri, konsumsi kopi instan Brasil justru terus tumbuh. Pada periode Januari–Agustus, warga Brasil mengonsumsi sekitar 763.645 kantong, naik 4,7 persen yoy.
Peningkatan ini dipicu oleh ketersediaan produk yang lebih luas di pasar domestik, kemudahan penyajian, serta tren gaya hidup masyarakat urban yang semakin menyukai produk instan.
Meski ada sisi positif dari kenaikan pendapatan, industri kopi Brasil tidak bisa menutup mata dari ancaman jangka panjang. Ketergantungan pada pasar Amerika membuat sektor kopi instan Brasil sangat rentan terhadap kebijakan dagang Washington.
Baca Juga : Lansia di Kubu Raya Tertangkap Curi Kopi, Uang Hasil Jualan untuk Beli Sabu
Jika negosiasi tidak segera dibuka, produsen kopi Brasil berisiko kehilangan pangsa pasar di AS yang selama ini menjadi tujuan ekspor terbesar. ***












