BERKABAR.CO.ID – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) menegaskan tidak ada lagi ruang bagi praktik kotor di tubuh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Melalui sinergi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), pemerintah resmi mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Kopdes (Simkopdes) dengan platform digital Jaga Desa milik Kejagung demi tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel.
Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menyampaikan, langkah strategis ini menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam menata Kopdes Merah Putih agar bebas dari penyimpangan.
“Ini untuk menciptakan tata kelola Kopdes Merah Putih yang benar-benar transparan dan akuntabel,” tegas Zabadi saat membuka Pelatihan Pengurus Kopdes Merah Putih se-Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
Baca Juga : Pemerintah Luncurkan 1.000 Koperasi Merah Putih Pekan Depan, Target 20 Ribu Beroperasi di 2025
Ia juga menepis anggapan bahwa sinergi dengan Kejagung berbau kriminalisasi. Menurutnya, peran kejaksaan justru sebagai pengawal agar tidak ada kesalahan dan kelemahan yang dibiarkan berlarut.
“Ini bukan menakuti, tapi mengedukasi. Semua praktik buruk harus segera diluruskan,” ujarnya.
Melalui Simkopdes, pengurus Kopdes Merah Putih didorong memperbarui data, mengakses pembiayaan dari Bank Himbara, hingga menjalankan sistem digital berbasis cashless. Untuk memperkuat pendampingan, pemerintah menyiapkan ribuan tenaga ahli.
“Mulai Oktober nanti, sebanyak 8.000 Business Assistant dan 1.104 PMO akan diterjunkan di seluruh Indonesia untuk membantu Kopdes menyusun rencana bisnis, mengakses pembiayaan, hingga melakukan verifikasi digital,” jelas Zabadi.
Baca Juga : Koperasi Desa Merah Putih: Jurus Ampuh Menjembatani Kesenjangan BUMN dan Swasta
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung, Reda Manthovani, menegaskan pihaknya siap mengawal penuh agar tata kelola Kopdes berjalan sesuai aturan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang hadir dalam acara tersebut juga menyatakan dukungan penuh. Ia menekankan bahwa transformasi digital koperasi desa adalah keharusan.
“Transformasi digital Kopdes Merah Putih adalah keniscayaan. Tidak ada lagi alasan untuk main kotor,” pungkas Zabadi. ***












