Koperasi Desa Merah Putih: Jurus Ampuh Menjembatani Kesenjangan BUMN dan Swasta

Ilustrasi Koperasi Merah Putih

BERKABAR.CO.ID – Dalam Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jawa Timur yang diadakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu 23 September 2025, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu strategi utama untuk mengangkat kembali kejayaan koperasi yang pernah berjaya di masa lalu.

KDMP bertujuan untuk mengejar ketertinggalan koperasi Indonesia dari badan usaha lain seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta.

“KDMP yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk mengejar ketertinggalan koperasi di Indonesia dari sektor BUMN dan swasta yang lebih dominan,” ujar Ferry Juliantono.

Ferry menambahkan bahwa koperasi pada masa lalu memiliki peran yang sangat kuat, terutama dalam sektor produksi, distribusi, industri, dan perkreditan.

Baca Juga : Zulkifli Hasan Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Desa Lewat Koperasi Desa Merah Putih

Oleh karena itu, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan koperasi dengan meningkatkan kinerja sektor koperasi di Indonesia.

Saat ini, KDMP sudah berhasil menciptakan 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Bahkan, KDMP kini memasuki tahap kedua, yaitu operasionalisasi, dengan berbagai kebijakan relaksasi aturan untuk mempermudah langkah operasionalnya, yang diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2025 mendatang.

Salah satu kebijakan penting yang dirilis adalah revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang memungkinkan bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk menyalurkan modal bagi KDMP pada tahap awal operasional.

Menurut Ferry, Himbara sudah memiliki panduan lengkap (manual book) terkait tata cara pencairan dana untuk operasional KDMP, dan telah mensosialisasikan prosedur pembuatan proposal untuk pencairan plafon pinjaman.

Baca Juga : Koperasi Merah Putih Jadi Motor Transformasi Desa di Kalbar

“Ini merupakan langkah penting agar Kopdes Merah Putih bisa segera beroperasi dan mendapatkan akses pendanaan yang lebih mudah dan terjangkau,” ujar Ferry.

Ferry juga menekankan pentingnya kolaborasi antar koperasi, terutama koperasi yang sudah lebih maju.

Koperasi yang lebih besar dan mapan dapat berperan sebagai offtaker, aggregator, dan konsolidator bagi koperasi-koperasi yang baru tumbuh seperti Kopdes Merah Putih.

“Dengan adanya kerja sama antar koperasi, kita dapat menciptakan ekosistem usaha yang saling menguatkan, mulai dari hulu hingga hilir. Ini akan memberikan nilai tambah yang besar bagi anggota koperasi dan masyarakat desa,” jelas Ferry.

Ferry berharap Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih agar lebih inklusif dan berdaya saing.

Baca Juga : Menteri Koperasi Sambut Joesley Batista: Jalin Kemitraan Strategis untuk Perkuat Koperasi Indonesia

Dekopin dapat mendukung melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang meliputi pendidikan, pelatihan, dan pendampingan untuk mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel.

“Dekopin memiliki peran penting dalam memastikan agar koperasi di Indonesia dapat berkembang dengan lebih baik dan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata di tingkat lokal,” ungkap Ferry. ***