BERKABAR.CO.ID – Seorang awak kapal (ABK) Kapal pencari cumi-cumi Harapan Jaya II, Chalimi (50) mengalami kecelakaan kerja di perairan Pulau Temajo, Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, pada Rabu (4/6).
Chalimi meninggal dunia setelah tercebur ke dalam palka kapal yang berisi solar sedalam 3 meter.
Kasat Polairud Polres Mempawah, Iptu Suyadi mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar sekitar pukul 10.00 WIB, Saat korban hendak mengambil solar menggunakan jeriken.
“Sekitar pukul 10.00 WIB. Saat korban hendak mengambil solar menggunakan jeriken,” ucapnya pada Kamis (5/6) pagi.
Baca juga: Miliki Sabu, Seorang Pria di Malikian Mempawah Ditangkap Polisi
Iptu Suryadi menjelaskan korban merupakan warga Purwahamba, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Sebelumnya sekitar 1 bulan yang lalu, korban bersama rombongan sebanyak 16 orang berangkat mencari ikan menggunakan Kapal dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta dengan tujuan ke perairan laut Cina Selatan.
Namun cuaca buruk melanda kapal pada hari Minggu (1/6). Kapal kemudian berlayar ke arah pinggir untuk mengamankan diri dan bersandar di Pulau Temajo pada hari Senin (2/6).
Kemudian, pada hari Rabu (4/6), sekitar pukul 10.00 WIB, korban hendak mengambil solar di palka kapal dengan menggunakan jeriken.
Nahas, korban terpeleset dan tercebur ke dalam palka yang berisi solar.
Baca juga: Curi Motor Rekan Kerja, Seorang ASN RS Rubini Mempawah Diringkus Polisi
Berdasarkan keterangan saksi mata, Samsuri yang merupakan kapten kapal melaporkan korban tidak terlihat setelah terjatuh.
Lima menit kemudian korban ditemukan berada di dasar palka kapal.
Selanjutnya korban dibawa ke RSUD dr Rubini Mempawah dan tiba sekitar pukul 11.35 WIB.
Setelah dilakukan tindakan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.50 WIB.
“Hasil pemeriksaan medis oleh dokter jaga di IGD RSUD dr Rubini Mempawah, menunjukkan bahwa korban mengalami cedera kepala berat, intubasi/aspirasi senyawa hidrokarbon, dan kemungkinan jatuh dari ketinggian sekitar 4 meter,” ungkapnya.
Baca juga: Oknum Pedagang Pasar Flamboyan Kepergok Curangi Timbangan Dengan Selisih Hingga 1,5 Kg
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban menyatakan menerima atas kejadian ini dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi supaya tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Hari ini Jenazah korban telah dibawa ke Pontianak untuk dilakukan fardu kifayah.
“Rencananya akan dibawa pulang ke kampung halaman menggunakan pesawat,” tutupnya.(Zul)












