BERKABAR.CO.ID – Kasus dugaan penganiayaan pelajar oleh polisi bikin geger masyarakat Banten. Seorang pelajar SMA bernama VAC (16 tahun) kini terbaring kritis di ruang ICU RSUD Banten setelah mengalami luka parah usai diduga dipukul anggota Polda Banten.
Korban yang duduk di bangku kelas 3 SMA itu mengalami kondisi mengenaskan. Tulang kepalanya remuk, wajah babak belur, serta luka di tangan dan kaki. Akibat penganiayaan tersebut, VAC kini koma dan menjalani perawatan intensif.
Ayah korban, Benny Permadi, tak kuasa menahan kesedihan saat melihat kondisi anaknya. Ia menduga kuat bahwa anaknya bukan mengalami kecelakaan, melainkan dianiaya oleh aparat.
“Kalau dilihat, bukan benturan aspal. Posisi tulang kepala anak saya retaknya ngeblur, ambles bagian belakang telinga, tengkorak bagian atas retak,” ujar Benny di RSUD Banten.
Baca Juga : Berangkat Secara Ilegal, 97 Persen Pekerja Migran Menjadi Korban Penganiayaan
Peristiwa nahas itu terjadi Minggu dini hari, 24 Agustus 2025 sekitar pukul 00.30 WIB. Saat pulang dari bengkel mengambil spare part motor, korban diduga dipukul polisi menggunakan helm hingga terjatuh.
Teman-teman korban yang berada di lokasi langsung kabur ketakutan. Mereka sempat memberi tahu Benny bahwa VAC dipukul polisi di sekitar Boru, Kota Serang.
Berbeda dengan keterangan keluarga, pihak Polda Banten memberikan penjelasan lain. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Didik Hariyanto, menyebut kejadian itu bermula saat patroli Maung Presisi mendapati adanya balap liar.
“Para pelaku balap liar membubarkan diri secara berhamburan karena panik melihat kedatangan petugas. Salah satu dari mereka jatuh,” ujar Didik dalam keterangan resminya.
Baca Juga : Kasus Penganiayaan Mahasiswi Kendawangan, Kuasa Hukum Tunggu Hasil Penyidikan Polisi
Ia menegaskan, Polda Banten masih melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas malam itu dan meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa korban dianiaya polisi.
“Kami minta seluruh pihak untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Kasus ini sontak memicu reaksi keras masyarakat Banten. Banyak pihak mendesak agar kepolisian bersikap transparan dan mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut.
Baca Juga : Miris, Pelaku Penganiayaan Mahasiswi Asal Kendawangan Belum Ditangkap Hingga Kini
Keluarga korban pun meminta keadilan serta pertanggungjawaban dari aparat yang diduga terlibat.
Kini, kondisi VAC masih kritis di ICU, sementara penyelidikan internal di tubuh Polda Banten terus berjalan. ***












