BERKABAR.CO.ID – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menjadi sorotan nasional sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Luas wilayah mencapai 14,7 juta hektar, termasuk di dalamnya 2,79 juta hektar lahan gambut, menjadikan Kalbar sebagai daerah prioritas dalam upaya penanggulangan karhutla secara nasional.
Menghadapi potensi ancaman tersebut, Duta Lingkungan Hidup Indonesia 2024, Sania Raisyabila Nurinsan, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga lingkungan. Khususnya dengan tidak membakar sampah plastik.
“Walaupun efek pembakaran plastik tampak kecil, namun dapat memicu kebakaran yang lebih besar,” ucapnya saat diwawancarai, Minggu 18 Mei 2025.
Menjelang datangnya musim kemarau, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Baca Juga : Perusahaan Sawit Diminta Self-Report Terkait Karhutla, Jika Abai Sanksi Tegas Menanti
Karena menurutnya, paparan asap karhutla dapat membawa zat-zat berbahaya bagi tubuh.
Sebagai bentuk komitmennya dalam menjaga lingkungan, Sania memperkenalkan program strategi Daun Hijau.
Program ini merupakan rangkaian kerja nyata sejak dirinya menjabat sebagai Duta Lingkungan Hidup Kalbar.
Pertama, dahulukan kebersihan, karena ini merupakan salah satu dari iman. Kemudian unggulkan tiga R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Selanjutnya, hindari membuang sampah sembarang.
Baca Juga : Hadapi Ancaman Karhutla 2025, Menteri Lingkungan Hidup Perkuat Kesiapsiagaan di Kalbar
“Terakhir, jauhi aktifitas yang dapat merusak lingkungan,” ungkapnya.
Terakhir ia berharap semua bisa berkontribusi untuk menekan potensi kebakaran. Dimulai dari hal kecil seperti mengelola sampah dengan benar. ***












