BERKABAR.CO.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat (Kalbar) guna memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun 2025.
Kehadiran Menteri Hanif disambut oleh Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson. Ia mengungkapkan bahwa Kalbar termasuk daerah dengan luas lahan terbakar yang cukup signifikan, sehingga menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Bahwa kita terdeteksi Kalbar itu nomor dua terluas kebakaran lahannya. Dan ini makanya Pak Menteri datang ke sini dan berkeliling juga ke provinsi-provinsi lain, ya. Dan bagaimana mengupayakan bekerjasama dengan GAPKI, Pemerintah Provinsi, TNI, dan Polri ini dalam rangka kita mencegah kebakaran lahan,” kata Harisson.
Dalam sambutannya di Pontianak pada Sabtu 17 Mei 2025, Menteri Hanif menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung panjang.
Baca Juga : BPBD Petakan 355 Desa di Kalbar Berpotensi Karhutla
“Saya sudah keliling ke Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumatera Utara, Kalbar, dan Kalteng. Jadi memang kemarau itu betul terjadi dan sudah terasa. Maka kesiapsiagaan, baik personel maupun peralatan, mutlak diperlukan. Kita harus betul-betul siap,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan karhutla.
“Saya ingin pastikan kepada seluruh teman-teman yang tergabung dalam tim pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat, untuk memastikan bahwa semua sistem sudah bekerja. Jangan menunggu api membesar, baru kita bekerja. Sekecil apapun api yang muncul, langsung kita padamkan,” jelas Hanif.
“Kalau kita hanya mengandalkan satu kekuatan saja, misalnya hanya teman-teman di lapangan saja, tentu tidak cukup. Maka kekuatan bersama seperti ini, perlu kita terus jaga dan kuatkan,” tambahnya.
Baca Juga : Lima Rekomendasi Jasa Rental Motor yang Bisa Jadi Pilihan di Kota Pontianak
Kegiatan konsolidasi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah personel dari berbagai instansi. Usai pelaksanaan di Pontianak, Menteri Hanif dijadwalkan melanjutkan agenda serupa di wilayah Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. *** NAD












