BERKABAR.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat memetakan ada sebanyak 355 Desa berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2025.
Kasatgas Informasi BPBD Provinsi Kalbar, Daniel mengatakan, 355 Desa tersebut berada di 125 Kecamatan yang ada di Kalimantan Barat.
“Pemetaan ini menjadi langkah dasar dalam upaya deteksi dini dan pencegahan,” ucapnya, Minggu 11 Mei 2025.
Daniel menjelaskan saat ini Kalbar berada dalam fase kemarau basah yaitu kondisi peralihan dari musim hujan ke kemarau yang masih disertai curah hujan ringan hingga sedang.
Meski demikian potensi karhutla tetap tinggi apabila tidak dilakukan langkah pencegahan secara dini.
“Ini momen penting untuk mengantisipasi, agar kejadian tahun-tahun sebelumnya tidak terulang,” jelasnya.
Pihaknya juga telah mendorong seluruh BPBD kabupaten dan kota untuk mulai bersinergi dengan berbagai instansi terkait, guna melaksanakan patroli rutin di wilayah rawan.
Tak hanya itu, BPBD Kalbar juga telah menyalurkan sejumlah peralatan penanggulangan karhutla ke beberapa daerah.
Salah satu yang menjadi fokus distribusi adalah sepeda motor yang telah dilengkapi dengan satu set mesin pompa air.
Selain peralatan, seluruh personel BPBD baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi telah disiagakan untuk menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Status siaga pun diberlakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi kebakaran,” terangnya.
Terakhir ia berharap langkah antisipatif ini dapat mempercepat respon dan meminimalkan dampak jika karhutla terjadi.
“Mengingat bencana asap menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat Kalbar setiap musim kemarau,” harapnya. ***












