BERKABAR.CO.ID – Sebanyak 39 naga yang akan mengikuti karnaval Naga Bersinar di Pontianak melakukan ritual ‘Naga Buka Mata’ di Kelenteng Kwan Tie Bio Jalan Diponegoro, Senin (10/2) pagi
Karnaval Naga Bersinar selalu menjadi daya tarik utama setiap perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak.
Ketua Panitia Cap Go Meh 2576 Hendry Pangestu Lim, menjelaskan pada hari pertama 10 ekor naga yang akan melakukan ritual buka mata yang kemudian disusul 29 ekor naga lainnya.
“Total ada 39 ekor naga bersinar yang akan tampil berkarnaval pada tanggal 12 Februari malam ,”ujarnya.
Baca juga: Lantamal XII Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay dan Land Rover Asal Malaysia
Karnaval Naga Bersinar nantinya akan menampilkan parade 39 ekor naga yang dimulai dari persimpangan lampu merah Jalan Patimura menyusuri sepanjang Jalan Gajah Mada. Atraksi naga ini akan melewati panggung utama tamu undangan di depan Swalayan Ligo Mitra dan berakhir di Jalan Budi Karya.
“Puncak Festival Cap Go Meh akan ditutup pada 13 Februari dengan ritual ‘Naga Tutup Mata’, yaitu pembakaran naga di Yayasan Bakti Suci Sungai Raya,” ungkapnya.
Ritual ini, lanjut Hendry, dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta para tamu penting yang hadir. Jika ritual buka mata naga dilakukan untuk meminta izin restu kepada leluhur, maka penutup mata menjadi simbol akhir dari tradisi ini.
Hendry berharap, Pontianak menjadi kota yang sejahtera, aman, dan semua kegiatan berjalan lancar.
“Melalui tradisi ini, kita juga ingin menekankan pentingnya saling menghargai antar etnis dan agama. Dengan adanya naga buka mata di Cap Go Meh ini, semoga kedamaian, kelancaran, dan pembangunan Pontianak ke depan semakin baik,” tuturnya.
Baca juga: 8 Ribu Lebih Pelari dari Berbagai Daerah Ikuti Pontianak City Run 2025
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto mengatakan, Pemkot siap mendukung dan memfasilitasi segala kegiatan budaya yang ada di Kota Pontianak, termasuk perayaan Cap Go Meh. Ia menilai agenda Cap Go Meh ini tentunya akan mengundang banyak pengunjung dan wisatawan untuk datang ke Pontianak menyaksikan kemeriahannya.
“Tentu ini memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Pontianak dengan banyaknya orang berbelanja maupun membeli jajanan dan kuliner yang ada di sini,” tutupnya.
Festival Cap Go Meh di Pontianak telah menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan oleh masyarakat lokal maupun wisatawan luar Kalbar. Tradisi ini tidak hanya melestarikan budaya Tionghoa, tetapi juga mempererat hubungan antar etnis di Kota Pontianak. (Fik)












