Lantamal XII Gagalkan Penyelundupan Bawang Bombay dan Land Rover Asal Malaysia

Wadan Lantamal XII Pontianak, Kolonel Marinir Qomarudin memimpin Press Conference.

BERKABAR.CO.ID – Lantamal XII Pontianak berhasil menggagalkan penyelundupan bawang bombay illegal dan mobil Jeep Land Rover asal Malaysia.

Wadan Lantamal XII Pontianak, Kolonel Marinir Qomarudin menuturkan, barang ilegal tersebut diangkut menggunakan truk fuso, rencananya akan dibawa ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak, tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Pada 6 Februari, tim memeriksa truk fuso yang diduga membawa bawang bombay ilegal di atas kapal KM Dharma Kartika 7, yang akan berlayar ke Semarang. Dalam pemeriksaan, ditemukan bawang bombay ilegal. Truk tersebut kemudian dibawa ke Makasatrol Lantama 12 untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Qomarudin, di Halaman Mako Satrol Lantamal XII, Jumat (7/2) sore.

Dari hasil pengembangan, Qomarudin mengungkapkan, tim menemukan dua truk lain dengan muatan serupa di daerah Ambawang dan PAL 5 Pontianak. Beberapa truk itu membawa bawang bombay dan barang-barang lainnya, termasuk sebuah kendaraan jeep Land Rover yang terdeteksi di salah satu truk.

”Untuk memastikan muatan yang dibawa tidak mengandung barang terlarang, tim berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai dan menggunakan anjing pelacak untuk memeriksa kemungkinan adanya narkotika. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada narkotika di dalam muatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Qomarudin mengatakan, total muatan bawang bombay yang ditemukan mencapai 47 ton, terdiri dari tiga truk, dengan nilai ekonomi sekitar Rp 1,4 miliar. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pemilik dan tujuan pengiriman barang. Barang bukti akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut.

”Pihak berwenang belum dapat mengidentifikasi pemilik bawang bombay, namun mereka yakin akan menemukannya melalui pengembangan yang sedang dilakukan. Nilai kendaraan Land Rover juga belum dapat dipastikan karena tergolong lama dan bukan baru,” timpalnya.

Qomarudin menambahkan, proses penyelidikan akan terus berlanjut guna mengungkap jaringan penyelundupan barang ilegal lainnya. (Sam)