Kalbar  

Menjawab Tantangan VUCA: AMSI Kalbar Gelar Uji Kompetensi Jurnalis

Perkuat Kepercayaan Publik, 23 Jurnalis Kalbar Ikuti Uji Kompetensi AMSI 2026.

BERKABAR.CO.ID – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) tahun 2026 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Kamis 9 Juli 2026. Agenda strategis ini untuk memperkuat standar profesionalisme pers di tengah tantangan disrupsi informasi yang semakin kompleks.

Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri, menegaskan bahwa jurnalis harus memiliki kesadaran tinggi untuk terus mengevaluasi diri agar tetap relevan dalam menjalankan fungsinya. Ia menilai UKJ bukan sekadar ujian teknis, melainkan bentuk tanggung jawab moral jurnalis kepada publik.

“Kita sebagai jurnalis harus terus meneguhkan diri sebagai bagian dari empat pilar kebangsaan, empat pilar yang menjadi penjaga atau anjing penjaga kekuasaan. Sehingga kita harus selalu memperbaharui diri, selalu meningkatkan kapasitas kita, selalu belajar hal-hal yang baru,” ujar Muhlis.

Baca juga: Keterbukaan Informasi Kalbar Melonjak, Antusiasme Pecah Rekor di Malam Anugerah 2025

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Harisson, hadir dan membuka acara secara resmi. Ia memberikan pandangan mendalam mengenai urgensi sertifikasi jurnalis di masa sekarang. Ia menyoroti fenomena dunia yang sedang menghadapi kondisi VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity).

“Situasi ini membuat masyarakat bingung menentukan mana informasi yang benar. Di sinilah peran wartawan dan jurnalis menjadi sangat penting. Kita harus menjadi orang-orang yang dapat dipercaya dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka terima,” ungkap Harisson.

Harisson juga membandingkan standar kompetensi jurnalis dengan profesi lain seperti dokter dan insinyur.

“Saat ini hampir semua profesi memiliki standar kompetensi dan sertifikasi, mulai dari dokter, insinyur, hingga profesi lainnya. Wartawan juga demikian. Ketika kompetensi telah memenuhi standar, maka kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalis akan semakin meningkat. Ini sekaligus menjadi upaya mengangkat marwah profesi wartawan di mata publik,” tambahnya.

Baca juga: AMSI Kalbar Dorong Kolaborasi di Era Digital

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat selalu membuka diri terhadap kritik, saran, maupun informasi yang disampaikan media.

“Selama media menyajikan informasi secara berimbang, berdasarkan fakta, dan sesuai kode etik jurnalistik, pemerintah akan menjadikannya sebagai masukan yang sangat berharga untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sektor swasta juga memberikan dukungan terhadap penguatan kualitas jurnalistik ini. Head of Corporate Communications Indonesia Sinar Mas Agribusiness and Food, Ananta Wisesa, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendorong ekosistem media yang sehat melalui dukungan pada UKJ.

“Kami menilai uji kompetensi wartawan sebagai salah satu upaya penting untuk terus menjaga kualitas, akurasi, dan etika dalam kerja jurnalistik. Karena itu, kami mendukung pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mendorong iklim jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab,” tutur Ananta Wisesa.

Kegiatan UKJ AMSI Kalbar 2026 ini menghadirkan tim penguji dari Lembaga Penguji Kompas. Panitia juga mendapatkan dukungan dari berbagai mitra strategis mulai dari instansi pemerintah, kepolisian, hingga perusahaan swasta nasional. Sebanyak 23 jurnalis dari berbagai daerah di Kalimantan Barat turut mengikuti kegiatan ini.***