BERKABAR.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Disdikbud Kalbar) melakukan kunjungan ke sembilan sekolah yang tersebar di wilayah pedalaman dan perbatasan, mencakup dua kabupaten, yakni Sekadau dan Sintang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan, terutama di sekolah-sekolah menengah kejuruan (SMK) yang sangat membutuhkan penambahan ruang dan peralatan praktik.
Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita, menyampaikan bahwa di Kabupaten Sekadau, pihaknya mengunjungi lima sekolah. Di Kecamatan Belitang Hilir terdapat dua sekolah, di Kecamatan Belitang satu sekolah, dan di Kecamatan Belitang Hulu dua sekolah.
“Sekolah-sekolah di wilayah ini sangat membutuhkan penambahan ruang kelas baru, ruang praktik, laboratorium, dan yang paling mendesak adalah alat-alat praktik untuk SMK. Ini menjadi perhatian utama kami karena akses pendidikan di sana sangat terbatas, hanya ada sekolah negeri tanpa alternatif lain bagi masyarakat,” jelas Rita, Selasa (10/6).
Baca juga: Penyelundupan Sabu Dalam Pembalut Digagalkan Petugas Lapas Perempuan Pontianak
Sementara itu, di Kabupaten Sintang, kunjungan dilakukan di dua kecamatan, yaitu Serawai dan Ambalau. Di Kecamatan Serawai terdapat dua sekolah negeri, masing-masing satu SMA dan satu SMK. Sedangkan di Kecamatan Ambalau, terdapat satu SMA dan satu SMK yang masih tergolong baru.
“Kondisinya hampir sama, masih kekurangan ruang kelas, ruang praktik, dan alat-alat praktik. Namun kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak di sana, terutama untuk masuk ke SMK yang sangat tinggi,” ujar Rita.
Baca juga: Dua Jemaah Haji Asal Pontianak Meninggal Dunia di Tanah Suci
Ia menambahkan bahwa wilayah pedalaman dan perbatasan menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran ke depan. Disdikbud Kalbar berharap tidak ada efisiensi anggaran tahun depan sehingga kebutuhan mendesak seperti penambahan ruang dan peralatan praktik bisa segera direalisasikan.
“Tanpa alat praktik, siswa SMK belum bisa memenuhi kompetensinya secara maksimal,” ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswi Asal Kendawangan Dianiaya Mantan Pacar di Kubu Raya, Ibu Korban : Tidak ada Kata Damai
Meski dalam keterbatasan, semangat pihak sekolah tak surut. Mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah desa dan perusahaan sekitar untuk mendukung kegiatan praktik siswa. Beberapa alat praktik bahkan dipinjamkan secara langsung oleh mitra setempat. Selain itu, lahan kosong di sekitar sekolah kini dimanfaatkan untuk praktik pertanian oleh siswa, sekaligus sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
“Guru-guru di sana berupaya keras agar pembelajaran tetap bermakna bagi anak-anak. Ini patut diapresiasi,” tutup Rita.***












