BERKABAR.CO.ID – Sebuah kecelakaan kereta tragis terjadi di barat daya Jerman, tepatnya antara Kota Riedlingen dan Munderkingen, setelah tumpahan limbah dari saluran pembuangan yang meluap memicu longsor di tepi rel, menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 41 penumpang lainnya.
Menurut kepolisian Ulm, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 18.10 waktu setempat, ketika kereta penumpang yang tengah menempuh rute sepanjang 90 kilometer dari Sigmaringen menuju Ulm, tergelincir akibat pergeseran tanah yang terjadi mendadak.
“Berdasarkan penyelidikan awal, luapan limbah dari sistem pembuangan menyebabkan pergeseran tanah di jalur rel, tepat saat kereta melintas,” ujar pihak kepolisian dalam pernyataan resminya.
Tiga Korban Jiwa Termasuk Masinis
Kejadian ini merenggut nyawa masinis, seorang pegawai kereta, dan satu penumpang. Ketiganya tewas di lokasi kejadian.
Baca Juga : Pemerintah Umumkan Kebijakan Diskon Layanan Transportasi Selama Libur Sekolah
Sementara itu, sekitar 100 penumpang lainnya berada di dalam kereta saat insiden terjadi, dan banyak dari mereka mengalami luka-luka, termasuk luka berat.
Gambar dari lokasi menunjukkan beberapa gerbong terguling di area hutan, dengan kerusakan parah.
Tim penyelamat dan pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di dalam gerbong.
Kanselir Jerman Friedrich Merz Sampaikan Duka
Menanggapi insiden ini, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
Baca Juga : Kabar Gembira, Pemerintah Berikan Diskon Tarif Listrik Selama Bulan Juni dan juli 2025
Melalui pernyataan di platform X (Twitter), ia menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Transportasi Jerman untuk mengerahkan seluruh sumber daya darurat dalam penanganan tragedi tersebut.
“Ini adalah hari yang menyedihkan bagi kita semua. Saya turut berduka atas para korban,” tulis Merz.
Deutsche Bahn: Aktivitas Kereta Dihentikan Sementara
Operator kereta nasional Deutsche Bahn juga mengungkapkan simpati mendalam terhadap tragedi ini.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan bahwa aktivitas kereta di rute Sigmaringen–Ulm dihentikan sementara untuk proses evakuasi dan perbaikan jalur yang rusak.
Baca Juga : Menko Polhukam Imbau Masyarakat Tak Khawatir dengan Kenaikan PPN 12 Persen
“Pikiran dan doa kami bersama para korban serta semua yang terdampak,” tulis Deutsche Bahn.
Proses pembersihan dan evaluasi infrastruktur dijadwalkan dimulai pada Senin 29 Juli 2025 dengan fokus utama pada keselamatan jalur serta pemulihan operasional.
Peringatan Akan Dampak Iklim Ekstrem
Tragedi ini kembali memicu perdebatan mengenai kerentanan infrastruktur transportasi terhadap perubahan iklim, terutama meningkatnya frekuensi hujan ekstrem, yang dapat menyebabkan banjir, erosi tanah, dan longsor di sepanjang rel kereta.
Baca Juga : Maskapai Penerbangan Dipinta Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2025
Para ahli dan masyarakat Jerman kini menanti hasil penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap faktor teknis penyebab kecelakaan serta langkah-langkah pencegahan ke depan. ***












