Syahadat dari Balik Jeruji Warga Binaan Lapas Pontianak

Seorang warga binaan Lapas Pontianak saat mengucapkan dua kalimat syahadat. Foto :(Istimewa)

BERKABAR.CO.ID – Jeruji besi tahanan tak hanya menjadi tempat pembinaan bagi mereka yang menjalani hukuman. Tempat ini juga sebagai tempat bagi penghuninya sebagai tempat untuk mendalami ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Seperti salah satu warga binaan Lapas Pontianak bernama Carist Apentus. Ketika menjalani hukuman di Lapas, Carist terus memperdalam ilmu agama dan mencari tahu tentang Islam. Hingga akhirnya Carist mendapatkan hidayah dan memutuskan untuk menjadi mualaf beberapa waktu lalu.

Proses mualaf terhadap warga binaan ini dipimpin  Abah Kartono dari kantor wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat yang berlangsung di Masjid Miftahul Jannah Lapas Pontianak.

Kalapas Pontianak, Mut Zaini menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendukung proses pembinaan rohani seperti ini. Keputusan untuk memeluk suatu agama harus benar benar datang dari hati nurani dan bukan adanya suatu paksaan dari pihak manapun.

“Agama bukan suatu hal untuk main main, melainkan garis hidup yang meski dijalani dengan penuh kesungguhan yang datang dari hati dan niat mendalam,” ujar Kalapas.

Dalam suasana khidmat Charist dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bentuk pengakuan imannya yang disaksikan Kalapas, pengurus masjid beserta beberapa warga binaan.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Carist merubah namanya menjadi  Muhammad Hidayat.

“Setelah memeluk Agama Islam ini diharapkan warga binaan ini dapat lebih mendalami ilmu agama, baik tentang tata cara salat, membaca Al-Qur’an serta mendalami ilmu agama islam di bidang lainnya,” tutup Kalapas.(Mdr)