Landak  

Karhutla Ancam Permukiman Warga, Karolin Ubah Strategi Pemadaman

Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama petugas gabungan saat mendatangi lokasi karhutla.

BERKABAR.CO.ID – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Pampang, Desa Sidas, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, pada 1 September 2026. Ia mendistribusikan masker kepada warga dan petugas gabungan yang terdampak kabut asap pekat dari api yang mengancam permukiman warga.

Karolin memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 50 hektare. Ia menyebut masyarakat setempat turut membantu petugas memadamkan api sejak malam hari karena lokasi titik api berdekatan dengan perkampungan.

“Sementara diperkirakan 50 hektar ya. Masyarakat juga turun membantu, kita banyak dibantu oleh masyarakat juga sejak tadi malam. Karena memang lokasi apinya dekat dengan perkampungan,” ungkap Karolin saat meninjau lokasi.

Karolin juga mengevaluasi strategi pemadaman di lapangan. Ia mencatat adanya empat titik api yang menyebar di wilayah Sengah Temila, Mempawah Hulu, dan Jelimpo. Medan yang sulit dan tebalnya asap membuat tim darat meminta dukungan pemadaman udara atau water bombing untuk memadamkan api di area semak belukar.

“Sekarang untuk memadamkan api langsung ke titiknya sudah tidak memungkinkan. Jadi kita menyekat penyebarannya dengan beberapa titik yang sudah kita tentukan untuk mencegat penyebaran api,” ujarnya.

Di sela peninjauan, Karolin mengidentifikasi sumber awal mula api. Ia menuding titik api berasal dari lahan Hak Guna Usaha (HGU) terlantar milik PT IGP yang berstatus pailit dan tidak lagi beroperasi.

“Kalau yang sini areal HGU terlantar milik PT IGP yang sudah dinyatakan pailit dan sudah tidak ada operasional-operasionalnya lagi. Tapi sumber apinya tuh berasal dari sana, yang entah itu titiknya masuk nggak tuh dalam HGU perusahaan, nanti dicek kembali,” tegasnya.

Baca juga: Karhutla Meluas, BKSDA dan YIARI Evakuasi Orangutan ke Habitat Aman

Hingga saat ini, tim gabungan dari TNI-Polri, Manggala Agni, dan warga setempat terus memperluas pembuatan sekat bakar. Di tengah kepungan asap yang belum mereda, Karolin berharap cuaca segera berubah untuk membantu proses pemadaman dan memulihkan kualitas udara.

“Mudah-mudahan hujan, mohon doanya semoga hujan turun. Kalau hujan turun, ya situasinya bisa lebih aman,” tutupnya.(wan)