BERKABAR.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menuai kritik keras.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendesak agar program tersebut dihentikan sementara menyusul maraknya kasus keracunan massal siswa di berbagai daerah.
Menurut catatan JPPI, hingga September 2025 sedikitnya 5.360 anak menjadi korban keracunan, sebagian besar disebabkan oleh makanan basi, kontaminasi alat masak, serta higienitas penjamah makanan yang buruk.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menilai pemerintah terlalu terburu-buru dalam menjalankan program raksasa ini.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Cek Langsung Kesiapan Dapur MBG, 40 Ribu Siswa Sudah Terlayani
“Presiden begitu ngotot, padahal tata kelola Badan Gizi Nasional di pusat masih amburadul. Keselamatan anak jauh lebih penting. Satu anak jadi korban saja sudah cukup alasan untuk bertindak,” tegasnya.
Ubaid menekankan bahwa evaluasi menyeluruh harus dilakukan sebelum program dilanjutkan.
“Evaluasi tidak bisa dilakukan sambil jalan. Kalau korban terus berjatuhan, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.
Program MBG memang menyedot anggaran fantastis: Rp121 triliun pada 2025, melonjak hingga Rp335 triliun di 2026. JPPI mengingatkan agar dana sebesar ini tidak justru menjadi bumerang bagi keselamatan anak-anak.
Baca Juga : Sukseskan MBG, Kalbar Siapkan 586 Dapur Bergizi
“Anggaran sebesar ini jangan sampai dipakai untuk meracuni anak-anak. Ini bukan main-main,” tegas Ubaid.
Selain kerugian kesehatan, JPPI juga menyoroti dampak psikologis yang ditimbulkan. Insiden keracunan membuat siswa, orang tua, dan sekolah mengalami trauma. Penyebaran informasi melalui media sosial memperbesar kecemasan publik.
“Ini bukan satu-dua kasus, tapi ribuan. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” lanjutnya.
JPPI meminta Presiden Prabowo dan BGN menghentikan sementara program MBG untuk memberi ruang bagi evaluasi total, termasuk peninjauan dapur penyedia makanan di seluruh provinsi.
Baca Juga : Usai 569 Siswa Keracunan, KSP Ingatkan Program Makan Bergizi Gratis Harus Zero Accident
“Kalau niatnya baik, hentikan dulu. Pastikan aman, baru lanjutkan. Jangan sampai ada korban lagi,” pungkas Ubaid. ***












