BERKABAR.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan bahwa pengadaan lebih dari 15.000 unit laptop untuk siswa Sekolah Rakyat akan dilakukan secara transparan, terbuka, dan sesuai prosedur.
“Saya sudah minta kepada penanggung jawab pengadaan untuk melakukannya secara transparan, terbuka, tanpa kongkalikong, dan tanpa praktik yang melanggar aturan,” tegas Gus Ipul.
15.370 Siswa Sekolah Rakyat Akan Terima Laptop
Program ini akan memberikan satu unit laptop untuk setiap siswa Sekolah Rakyat guna menunjang proses belajar-mengajar.
Pada tahap pertama, sebanyak 9.705 siswa akan menerima laptop, disusul 5.665 siswa pada tahap kedua, sehingga total mencapai lebih dari 15.370 penerima manfaat.
Baca Juga : Macan Selatan Ringkus Terduga Pencuri Laptop di Sepakat Dua Pontianak
Spesifikasi perangkat akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Selain laptop, Kementerian Sosial juga menyalurkan seragam sekolah sebagai fasilitas pendukung pembelajaran.
Arahan Presiden: Anti Korupsi dan Sesuai Prosedur
Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk menjamin akuntabilitas dan mencegah praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme.
“Karena ini sesuai arahan Presiden, maka tidak boleh ada korupsi. Semua proses harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kita juga minta pendampingan dari aparat,” ujarnya.
Menurutnya, penyediaan laptop bukan sekadar bantuan sarana, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat, sekaligus memastikan siswa memiliki akses pendidikan setara dengan sekolah-sekolah terbaik.
Baca Juga : Gasak Gudang Kosong di Kubu Raya, Tiga Pelaku Diringkus Polisi
Sekolah Rakyat Tersebar dari Sabang hingga Merauke
Hingga kini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 67 titik dan ditargetkan mencapai 100 titik pada pertengahan Agustus 2025. Jumlah ini akan bertambah menjadi 159 titik pada bulan September, tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Dalam kunjungannya ke SRMP 9 Bandung, Gus Ipul bersama Wamen PUPR tidak hanya berdialog dengan siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga ikut makan malam dan membaur bersama siswa-siswi di asrama. Suasana penuh kehangatan menciptakan nuansa kekeluargaan.
“Interaksi langsung dengan siswa penting untuk memahami kebutuhan mereka dan memberikan dukungan moral secara nyata,” jelas Gus Ipul.
Baca Juga : Dua Rumah di Jalan Merdeka Pontianak Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Sepeda Motor
Kolaborasi Lintas Kementerian
Sekolah Rakyat merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan lintas kementerian.
- Kementerian Sosial: bertanggung jawab atas operasional.
- Kementerian PUPR: membangun gedung dan sarana.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah: menyusun kurikulum dan seleksi guru.
- Kementerian Agama: menugaskan guru agama.
- Pemerintah daerah: menetapkan siswa dan menyediakan lahan pembangunan.
Dengan sinergi ini, pemerintah optimis Sekolah Rakyat akan menjadi pondasi pendidikan berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa. ***












