Kalbar  

SAR Pontianak Catat 48 Operasi di Semester I 2026, Kondisi Membahayakan Manusia Mendominasi

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra,

BERKABAR.CO.ID – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mencatat telah melaksanakan sebanyak 48 operasi SAR sepanjang Semester I Tahun 2026, terhitung sejak Januari hingga Juni.

Puluhan operasi tersebut mencakup penanganan kecelakaan pesawat, bencana, kecelakaan kapal, hingga berbagai kondisi yang membahayakan keselamatan manusia di wilayah Kalimantan Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa pihaknya melaksanakan total 48 operasi SAR, yang meliputi satu operasi kecelakaan pesawat, satu operasi bencana, 17 operasi kecelakaan kapal, serta 29 operasi kondisi yang membahayakan manusia.

“48 operasi SAR. Salah satunya adalah operasi pencarian kecelakaan pesawat di Sekadau. Selebihnya terdiri dari operasi bencana, kecelakaan kapal, dan kondisi membahayakan manusia,” ujar Junetra pada Kamis 9 Juli 2026.

Baca juga: Tim SAR Gabungan Temukan Jenazah Pria Tenggelam di Sungai Melawi

Ia menjelaskan, tingginya jumlah operasi kondisi membahayakan manusia menunjukkan bahwa ancaman terhadap keselamatan masyarakat masih cukup tinggi. Baik di wilayah perairan maupun daratan. Karena itu, kesiapsiagaan personel dan sinergi dengan berbagai instansi menjadi faktor penting dalam setiap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

“Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR yang selama ini terus bekerja sama dalam setiap operasi. Keberhasilan penanganan berbagai kejadian tidak terlepas dari koordinasi yang baik. Antara tim SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat yang turut memberikan informasi dan bantuan di lapangan,” katanya.

Baca juga: Geger Penemuan Mayat di Sambas, Warga Sebut Korban Hilang Sejak 1 September

Menurutnya, Kantor SAR Pontianak akan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan koordinasi lintas sektor. Hal ini agar mampu memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian yang memerlukan tindakan pencarian dan pertolongan.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas. Terutama di wilayah perairan maupun daerah yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan. Langkah pencegahan dinilai menjadi bagian penting dalam mengurangi terjadinya kondisi yang membahayakan keselamatan manusia.(wan)