BERKABAR.CO.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya membangun kemandirian masyarakat serta menjaga kelestarian budaya Dayak.
Hal ini disampaikannya pada penutupan Pekan Gawai Dayak (PGD) Naik Dango ke-19 di Rumah Ramin Bantang Nek Riu, Kabupaten Sambas, Minggu 24 Mei 2026.
Krisantus menyoroti pentingnya memperkuat harga diri dan solidaritas masyarakat Dayak di tengah perkembangan zaman. Ia juga mengkritisi minimnya kontribusi sosial sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Sambas.
Menurutnya, sejumlah perusahaan yang memperoleh keuntungan besar dari kekayaan alam daerah seharusnya memiliki kepedulian lebih terhadap masyarakat sekitar.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan bergotong royong membangun daerah tanpa harus bergantung pada pihak luar,” tegasnya.
Baca juga: Wagub Krisantus Sebut Gelar Adat Mengandung Tanggung Jawab Moral
Ia menyampaikan bahwa, masyarakat Dayak di Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk membangun kekuatan secara mandiri. wagub menyebut jumlah masyarakat Dayak di Kalbar hampir mencapai satu juta kepala keluarga dan mengusulkan gerakan donasi mandiri sebesar Rp5.000 per bulan dari setiap keluarga.
Menurutnya, apabila gerakan tersebut dijalankan secara konsisten, dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat Dayak.
“Kalau satu KK menyumbang Rp5.000 per bulan, dalam setahun bisa terkumpul sekitar Rp60 miliar. Ini bukan soal besar kecilnya uang, tetapi tentang kepedulian dan harga diri kita untuk menjaga budaya sendiri,” ujarnya.
Untuk menjaga transparansi pengelolaan dana, Wagub mengusulkan agar mekanisme pengelolaan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, termasuk didaftarkan ke PPATK serta melibatkan tokoh agama sebagai pengelola agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar masyarakat Dayak mampu berdiri mandiri tanpa harus terus-menerus bergantung pada bantuan pihak lain.
Baca juga: Pimpin Perbakin Kalbar, Krisantus Fokus Cetak Atlet Berprestasi
Pada kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Ia mengingatkan bahwa perbedaan suku dan latar belakang merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dalam semangat kebersamaan.
Menjelang pelaksanaan Gawai Dayak ke-20 tahun depan, Wagub meminta panitia dan Dewan Adat Dayak untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan agar tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.
Ia mengusulkan agar pada perayaan mendatang ditampilkan miniatur alat-alat pertanian tradisional dan perlengkapan perjuangan masyarakat Dayak tempo dulu, seperti alat penggiling padi, pemarut kelapa, hingga alat penebang kayu.
Menurutnya, hal tersebut penting agar generasi milenial dan Gen-Z memahami perjuangan leluhur dalam mempertahankan kehidupan dan budaya, sehingga identitas Dayak tetap lestari di tengah arus modernisasi.***












