Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.683, Berpotensi Balik Menguat Gara-Gara Ancaman Shutdown AS

Ilustrasi Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika

BERKABAR.CO.ID – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa 30 September 2025.

Rupiah terkoreksi 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp16.683 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya Rp16.680. Meski sempat goyah, rupiah berpotensi berbalik arah memanfaatkan pelemahan dolar akibat ancaman shutdown pemerintah AS.

Kondisi ini tidak separah perdagangan akhir pekan lalu, di mana kurs rupiah sempat tertekan hingga menyentuh Rp16.775 per dolar AS.

Pelemahan tipis rupiah diperkirakan bersifat sementara. Analis menilai, kekhawatiran pasar global terhadap potensi shutdown pemerintah AS bisa menjadi katalis positif bagi mata uang Garuda.

Baca Juga : Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Domestik, BI Catat JISDOR Rp16.385

Shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal menyepakati anggaran belanja federal. Presiden AS Donald Trump pada Senin 29 September 2025 dilaporkan Sputnik menggelar pertemuan dengan pimpinan Kongres dari Partai Republik dan Demokrat untuk mencari jalan keluar sebelum tenggat waktu 30 September.

Pertemuan itu dihadiri Ketua DPR AS Mike Johnson, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, Pemimpin Demokrat DPR Hakeem Jeffries, serta Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer.

Keputusan yang dihasilkan akan menentukan apakah pemerintahan federal tetap berjalan atau justru lumpuh total.

Baca Juga : Rupiah Tertekan Dolar AS, Tapi Banjir Modal Asing Rp15 Triliun Bikin Pasar Domestik Tetap Perkasa!

Bagi Indonesia, kondisi tersebut membuka peluang rupiah untuk menguat memanfaatkan kelemahan dolar.

Namun, bila Kongres berhasil mencapai kesepakatan anggaran, maka dolar AS bisa kembali perkasa dan memberi tekanan berat pada rupiah. ***