Belasan Mahasiswa Aksi “Kalbar Bergerak” Diamankan, Sebut Dipukul Polisi

Kericuhan pecah di depan DPRD Kalbar saat aksi “Kalbar Bergerak”. Tuntutan soal gaji guru, RUU Perampasan Aset, hingga PETI bergema di tengah barisan mahasiswa yang memanas

BERKABAR.CO.ID – Aksi massa bertajuk “Kalbar Bergerak” di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 27 Agustus 2025, berujung ricuh hingga sejumlah peserta diamankan polisi.

Awalnya, ratusan mahasiswa bersama masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka mendesak pencabutan tunjangan DPR RI, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, peningkatan gaji guru dan dosen, penanganan persoalan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin), serta menghentikan sikap represif aparat terhadap masyarakat.

Situasi mulai memanas ketika aparat berusaha membubarkan barisan mahasiswa yang terus memaksa maju ke arah gerbang DPRD. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Baca Juga : Aksi di DPRD Kalbar Berujung Ricuh, Polisi Akan Tindak Tegas 14 Orang Yang Diamankan

Sedikitnya belasan mahasiswa diamankan polisi. Dua di antaranya mengaku mendapat perlakuan kasar saat proses penangkapan.

“Saya dikeroyok, saya dipukuli, tas saya hilang,” ungkap salah satu mahasiswa yang diamankan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian memberikan keterangan resmi akan menindaklanjuti secara hukum peserta aksi tersebut. *** REH