BERKABAR.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan langkah konkret Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi kenakalan remaja dengan mengirimkan psikolog ke sekolah-sekolah.
Kebijakan ini menjadi respons atas meningkatnya kasus pelanggaran moral dan masalah psikologis di kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA.
“Ada persoalan kompleks yang dialami Gen Z, terutama secara psikologis. Investigasi dan penanganannya harus melibatkan psikolog agar tidak berkembang menjadi masalah serius,” ujar Dedi, Selasa 22 Juli 2025.
Sekolah Wajib Miliki Psikolog
Dedi menegaskan bahwa sudah saatnya setiap sekolah memiliki satu psikolog sebagai pendamping tetap.
Baca Juga : Dorong Inklusi, Aksi Ceria Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Berhadapan dengan Hukum
Ia juga mengajak para bupati dan wali kota untuk mendukung kebijakan ini agar bisa diterapkan secara menyeluruh di seluruh daerah di Jawa Barat.
“Guru BK selama ini bekerja sendiri. Masalah anak-anak sudah sangat serius. Kehadiran psikolog akan memperkuat sistem pembinaan karakter di sekolah,” tambahnya.
Faktor Penyebab Kenakalan Remaja
Gubernur Dedi juga memaparkan beberapa faktor penyebab penurunan moral dan kesehatan mental remaja, antara lain:
Baca Juga : Bejat, Ayah Tiri di Bengkayang Diduga Cabuli Anaknya Hingga Hamil
- Paparan informasi digital berlebihan
- Minimnya aktivitas fisik
- Gaya hidup instan
- Lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat
- Kurangnya interaksi berkualitas dengan orang tua
“Anak-anak lebih banyak menatap layar gawai, jarang bergerak, dan hidup di ruang sempit dengan kondisi ekologis yang buruk. Sementara itu, media sosial mudah sekali memengaruhi mereka,” jelasnya.
Ancaman Baru: Konten Negatif di Media Sosial
Dedi menyebut bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak kalah serius dibandingkan ancaman radikalisme di masa lalu.
Baca Juga : Pria Lansia di Lampung Tengah Tewas Diserang Tetangganya, Diduga karena Sakit Hati
Kini, pelajar lebih rentan terpapar konten negatif di media sosial yang mendorong tawuran, pelecehan seksual, hingga penyimpangan perilaku.
“Ini adalah ancaman nyata yang membutuhkan pendekatan psikologis, bukan hanya pendekatan disipliner,” tegasnya.
Baca Juga : Cara Meredakan Stres, Salahsatunya Meditasi atau Relaksasi
Komitmen Pemprov Jabar
Melalui kebijakan ini, Pemprov Jabar berharap mampu memberikan pendampingan psikologis profesional kepada siswa serta memperkuat upaya pencegahan krisis moral dan gangguan mental di kalangan remaja. ***












