BERKABAR.CO.ID – Banyak orang menganggap wajar jika tertidur dalam kondisi emosi setelah bertengkar atau menghadapi masalah.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa membawa dampak serius bagi kesehatan, mulai dari kelelahan ekstrem hingga gangguan tidur.
Psikolog klinis Sabrina Romanoff menjelaskan bahwa menyimpan kemarahan sebelum tidur sangat menguras energi.
Meski secara fisik tertidur, tubuh dan pikiran tetap berada dalam kondisi tegang. Akibatnya, seseorang bisa bangun dalam kondisi lebih lelah dari sebelumnya.
“Menemukan cara untuk memaafkan atau menyelesaikan konflik yang memicu kemarahan sebelum tidur dapat membantu menetralkan emosi dan menghemat energi,” ujar Romanoff.
Baca Juga : Mengapa Bayi Sering Nangis saat Tidur? Mungkin Ini Penyebabnya
Tak hanya membuat tubuh lelah, tidur dalam kondisi marah juga dapat memperkuat ingatan dan emosi negatif.
Hal ini dibuktikan dalam riset tahun 2016 yang menunjukkan bahwa tidur dapat memperkuat asosiasi negatif dalam otak.
Ketika seseorang tidur setelah mengalami emosi kuat, memori tersebut akan menyebar lebih luas di korteks otak, membuatnya sulit untuk dilupakan.
“Kami sarankan untuk menyelesaikan pertengkaran terlebih dahulu sebelum tidur; jangan tidur sambil menahan amarah,” ungkap Yunzhe Liu.
Baca Juga : Lima Efek Samping Ketika Minum Matcha Berlebihan
Lebih lanjut, emosi negatif juga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Orang yang tidur dalam kondisi marah berisiko lebih tinggi mengalami gangguan tidur, termasuk mimpi buruk.
Hal ini berdampak pada kemampuan mengatur emosi keesokan harinya, membuat seseorang lebih reaktif terhadap stres dan konflik baru.
Untuk mencegah hal tersebut, para ahli menyarankan melakukan ritual menenangkan sebelum tidur.
Beberapa aktivitas yang disarankan antara lain mandi air hangat, meditasi, membaca buku, atau mengurangi paparan layar gawai.
Baca Juga : Berikut Tips Jaga Kesehatan Selama Ramadan
Kebiasaan ini dapat membantu menurunkan intensitas emosi dan menyiapkan tubuh untuk tidur yang lebih nyenyak.
Konflik memang tak bisa dihindari, terutama dalam hubungan rumah tangga. Namun, menjaga ketenangan sebelum tidur bisa jadi langkah penting untuk kesehatan mental jangka panjang. ***












