Libur Panjang Dongkrak Tingkat Hunian Golden Tulip Pontianak

General Manager Golden Tulip Pontianak, Bangkit Ciptadi.

BERKABAR.CO.ID – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, tingkat keterisian kamar di Hotel Golden Tulip Pontianak terpantau berada pada level yang cukup tinggi.

General Manager Golden Tulip Pontianak, Bangkit Ciptadi, menyampaikan bahwa performa hunian hotel diperkirakan akan bertahan hingga pergantian tahun. Hal ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir tahun.

“Sampai sekarang, rata-rata okupansi masih berkisar di angka 80 persen. Menjelang Tahun Baru dan libur panjang, kami perkirakan angkanya tidak jauh berbeda sampai akhir tahun,” kata Bangkit, Selasa (23/12).

Baca juga: Polisi Tangkap 9 Orang Mengaku Wartawan, Terlibat Pemerasan di Hotel

Menurutnya, kinerja okupansi sepanjang 2025 menunjukkan tren yang relatif positif. Potensi kenaikan jumlah tamu masih terbuka, terutama ketika memasuki masa liburan sekolah.

“Secara pola tahunan, kondisinya cukup bagus. Biasanya lonjakan mulai terasa setelah tanggal 25 Desember, bersamaan dengan libur sekolah,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Bangkit menilai peningkatan tingkat hunian tahun ini tergolong tipis. Pada akhir tahun lalu, okupansi Golden Tulip tercatat sekitar 81 persen, sementara tingkat hunian hotel secara umum di kota berada pada kisaran 72 hingga 75 persen.

“Perbedaannya tidak terlalu besar, mungkin hanya naik 1 sampai 2 persen. Tahun lalu memang sudah cukup tinggi,” jelasnya.

Ia memperkirakan puncak hunian akan terjadi selama malam-malam libur panjang, dimulai sejak 25 Desember hingga menjelang akhir tahun.

Dari sisi segmentasi tamu, sebagian besar pengunjung berasal dari wisatawan domestik, khususnya dari wilayah Kalimantan Barat dan daerah sekitar. Mereka umumnya memilih Pontianak sebagai tujuan untuk berlibur bersama keluarga.

“Kebanyakan tamu berasal dari Kalbar dan kabupaten sekitarnya. Tujuannya untuk liburan keluarga, menikmati kuliner, wisata sejarah, sekaligus menginap,” ungkap Bangkit.

Selain wisatawan, segmen bisnis juga masih menyumbang hunian, baik dari perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan. Namun, selama periode libur panjang, wisatawan keluarga menjadi pasar utama.

“Sekitar 60 sampai 70 persen tamu merupakan FIT atau tamu yang datang untuk berlibur bersama keluarga,” tambahnya.

Bangkit menegaskan bahwa pada libur akhir tahun kali ini, dominasi tamu keluarga masih sangat terasa.

“Kurang lebih 60 persen tamu yang menginap adalah keluarga yang memanfaatkan momen liburan,” tutupnya.