BERKABAR.CO.ID – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, membuka kegiatan pelatihan literasi keuangan dan penyusunan anggaran keluarga bertajuk “SHE CAN” di Aula Kantor Desa Munggu, Kabupaten Landak, pada Sabtu 25 Juli 2026.
Pemuda Katolik dan Kreologi menginisiasi program ini untuk memberdayakan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, agar mereka mengelola keuangan keluarga dengan lebih cerdas dan bijak.
Karolin menegaskan pemerintah daerah terus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama di tengah situasi global dan ekonomi daerah yang tidak menentu. Pemerintah memfokuskan upaya ini melalui edukasi bagi kaum perempuan.
“Jadi kalau pemerintah itu hari ini mungkin pembangunan fisik agak kurang. Karena situasi keuangan daerah, situasi perang di luar sana. Tetapi yang namanya pembangunan manusia, nambah ilmu, pengetahuan, penyuluhan itu tetap dilakukan,” ujar Karolin di hadapan para peserta pelatihan.
Baca juga: Tekan Angka ATS di Landak, Karolin Instruksikan Klasterisasi Penanganan yang Konkret
Karolin memaparkan peran krusial seorang istri dalam rumah tangga. Ia menyebut istri bukan sekadar penerima nafkah, melainkan ujung tombak yang mengatur roda perekonomian keluarga sehari-hari.
Ia pun menyarankan para ibu agar mulai membiasakan diri mencatat setiap arus kas keluarga.
“Istri itu sebenarnya bukannya hanya menerima pendapatan dari suami. Istri itu regulator. Jadi ibu terima dan ibu yang atur. Ini anak sekolah, ini uang listrik, ini uang dapur dan segala macam,” jelasnya.
Karolin membagikan tips penting mengenai kepemilikan dana simpanan khusus yang bersifat rahasia untuk berjaga-jaga di saat genting. Para peserta langsung menyambut tips tersebut dengan antusias.
Ia menilai perempuan secara naluriah memiliki pemikiran jangka panjang yang lebih matang terkait keselamatan keluarga.
“Penting untuk ibu-ibu tuh punya dana darurat sendiri yang bapak (suami) nggak usah tau. Mendadak anak sakit, mendadak orang tua sakit, adalah uang di tangan. Jadi harus pandai-pandai menyisihkan,” pesan Karolin.
Selain memberikan manajemen keuangan dasar, Bupati Landak ini juga memberikan peringatan keras kepada warga Desa Munggu. Ia secara khusus meminta para ibu agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal maupun tawaran investasi yang tidak masuk akal.
“Banyak sekali yang menawarkan berbagai pinjaman dan sering kali itu semua banyak yang ilegal. Jadi kalau ada tawaran pinjaman agar ibu-ibu berhati-hati dan kalau sudah biasa mencatat, menghitung, ibu-ibu akan tanya, oh bunganya berapa? Biaya administrasi berapa?” tegas Karolin.
Karolin berharap para peserta mempraktikkan langsung ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan “SHE CAN” ini, bukan hanya menyimpannya di atas kertas.
Ia mendorong para ibu yang sudah menguasai ilmu mengatur keuangan agar segera merintis atau mengembangkan usaha skala mikro di lingkungan masing-masing demi membantu perekonomian keluarga.***












