BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSBLP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah dan dunia usaha untuk memperkuat pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menandatangani komitmen bersama secara langsung. Ia didampingi Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan dan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni. Ria Norsan menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi instrumen strategis untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah. Rasio kemandirian keuangan daerah Kalbar saat ini tercatat sebesar 0,51.
“Kita ingin mempercepat pembangunan agar lebih merata. TSBLP atau CSR harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ria Norsan.
Pemprov Kalbar akan menyusun daftar program prioritas TSBLP untuk Tahun Anggaran 2027. Ria Norsan mengarahkan perusahaan agar mengalokasikan dana CSR untuk membangun jalan desa, jembatan, irigasi, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan. Ia menolak kegiatan sosial yang bersifat seremonial. Norsan juga meminta perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong karyawan bertransaksi di Bank Kalbar.
Sementara itu, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa pelaksanaan CSR harus berlandaskan semangat amanat UUD 1945. Ia memperingatkan sejumlah perusahaan di Ketapang, Sambas, dan Kapuas Hulu yang belum optimal menjalankan program CSR.
“Kami masih menemukan kawasan kumuh di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pemerintah tidak akan ragu mengevaluasi perusahaan yang tidak menjalankan komitmen terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Krisantus.
Baca juga: Krisantus Dorong Kesadaran Warisan dan Perencanaan Keuangan Keluarga
Di sisi lain, Agus Fatoni mengapresiasi langkah Pemprov Kalbar. Ia meminta seluruh perusahaan menyusun program CSR yang terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Daerah. Menurutnya, sinkronisasi ini akan memastikan setiap kontribusi dunia usaha memberikan dampak tepat sasaran bagi masyarakat Kalimantan Barat.***












