BERKABAR.CO.ID – Polsek Tebas tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan santri dan guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Furqon, Desa Tebas Sungai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kapolsek Tebas IPTU Mulyadi Jaya, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 23 Juli 2025 sekitar pukul 12.00 WIB.
“Korban merupakan santri dan santriwati serta guru di Ponpes Al-Furqon. Total korban sebanyak 61 orang, terdiri dari 23 laki-laki dan 38 perempuan,” ujar IPTU Mulyadi.
Baca Juga : Lima Jenis Ikan Laut Beracun Bahayakan Kesehatan Jika Dikonsumsi
Sementara korban yang keracunan makanan di Ponpes Al-Furqon diantaranya,
- Santri: 21 orang
- Santriwati: 37 orang (1 orang dirujuk ke RS Sambas)
- Guru laki-laki: 2 orang
- Guru perempuan: 1 orang
Menurut keterangan IPTU Mulyadi, dugaan keracunan bermula setelah para santri dan guru menyantap makan siang yang disediakan oleh juru masak pondok pesantren. Menu makanan yang disajikan berupa nasi putih, sayur timun kuah, dan ikan tongkol goreng.
Baca Juga : 6 Manfaat Kacang Almond bagi Kesehatan, Tapi Jangan Berlebihan
“Setelah mengonsumsi makanan tersebut, beberapa santri mulai merasakan gejala seperti gatal di mulut dan tenggorokan, ruam merah di kulit kepala, pusing, hingga muntah-muntah,” jelasnya.
Adapun langkah penyelidikan yang telah dilakukan yakni, mengamankan sisa makanan sebagai sampel, melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Unit Identifikasi Polres Sambas, memeriksa dua orang juru masak serta guru yang turut menjadi korban dan mengirim sampel makanan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sambas untuk uji laboratorium.
IPTU Mulyadi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti keracunan makanan tersebut. Pihak kepolisian juga terus menggali keterangan dari para saksi dan korban.
Baca Juga : Mengenal Vitamin U, Senyawa dari Kubis yang Bermanfaat untuk Pencernaan dan Kesehatan Organ
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat jumlah korban yang cukup besar dan lokasi kejadian yang merupakan lembaga pendidikan keagamaan. Polsek Tebas bersama instansi terkait berupaya memastikan keamanan dan keselamatan santri di lingkungan pesantren. ***












