BERKABAR.CO.ID – Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Polres Bengkayang menggelar Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat bagi 38 personel Polri.
Kapolres Bengkayang, AKBP Teguh Nugroho memimpin langsung upacara tersebut di halaman Mapolres Bengkayang, Selasa (1/7) pagi.
AKBP Teguh Nugroho mengatakan kenaikan pangkat ini bukan hanya sebagai bentuk penghargaan dari institusi.
Tetapi juga merupakan kehormatan dan amanah yang harus diiringi dengan peningkatan kinerja serta tanggung jawab yang lebih besar.
“Kenaikan pangkat ini adalah wujud apresiasi dari institusi kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas. Namun, di balik penghargaan ini juga terdapat tanggung jawab yang lebih besar yang harus dijalankan dengan profesionalisme dan integritas,” ujar Kapolres.
Baca juga: Hut Bhayangkara ke-79, Polres Bengkayang Tabur Bunga di Taman Makam Bahagia
Kenaikan pangkat 38 personel polri tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Kalbar Nomor: KEP/211/VI/2025.
Diantaranya terdiri atas 2 personel dari Aipda ke Aiptu, 18 personel dari Bripka ke Aipda, 1 personel dari Brigadir ke Bripka, 9 personel dari Briptu ke Brigadir dan 8 personel dari Bripda ke Briptu.
Lebih lanjut, ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat beserta keluarganya.
“Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Terakhir, ia mengajak seluruh anggota untuk terus melakukan evaluasi diri dan menyukseskan program prioritas Kapolri.
“Melalui transformasi Polri yang Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan,” ajaknya.
Baca juga: Niat Menolong Berujung Tragis, Dua Remaja Tenggelam di Riam Pangar Bengkayang
Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian ucapan selamat dari Kapolres serta Wakapolres dan Pju kepada para personel yang naik pangkat.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan tradisi bagi para personel yang naik pangkat.
Tradisi ini diawali dengan penyiraman air bunga oleh Kapolres dan pejabat utama sebagai simbol penyucian diri dan semangat baru.
Dilanjutkan dengan lari keliling lapangan serta terjun ke kolam yang disambut riuh dan gelak tawa rekan-rekan sejawat.
Momen ini bukan hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga bentuk solidaritas, kebanggaan, dan semangat kebersamaan dalam institusi Polri.
“Tradisi ini memberi arti bahwa dengan pangkat baru yang diemban saat ini, kekurangan yang dahulu dapat luntur sehingga personel dapat lebih semangat dan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Kapolres.(Zul)












