BERKABAR.CO.ID – Kembali memakan korban, seorang pekerja tambang emas tanpa izin (PETI) atas nama Hermanto tewas akibat kecelakaan kerja.
Insiden ini terjadi di lokasi PETI milik seorang warga bernama Rustam di kawasan Air Hitam, tepatnya di Jalan Senggang, Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang, Kamis 5 Juni 2025.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 11 Wib, Kamis 5 Juni 2025,” kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu, Senin 9 Juni 2025.
Ia menjelaskan pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi kepada keluarga korban yang berdomisili di Jalan Senggang, Kelurahan Mayasopa.
Dalam keterangan yang diberikan, keluarga membenarkan bahwa Hermanto telah bekerja di lokasi tambang tersebut selama sekitar satu minggu terakhir. Keluarga korban pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Baca Juga : Seorang Pria Tewas dengan Mulut Berbusa di Kawasan Pasar Tengah Pontianak
“Proses pemakaman juga telah diurus oleh atasan korban yang bernama Rustam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AKP Deddi menjelaskan lokasi PETI berada sekitar 12 kilometer dari jalan utama.
Kemudian, sekitar 2 kilometer harus ditempuh dengan berjalan kaki melintasi rawa, semak belukar, serta menyebrangi Sungai Air Hitam.
Saat tim kepolisian mengecek ke lokasi kejadian, tidak ditemukan aktivitas penambangan emas ilegal yang sedang berlangsung. Yang tersisa hanya beberapa pondok tempat istirahat para pekerja tambang.
Pondok-pondok tersebut kemudian dibongkar dan dibakar oleh personel di lapangan.
Baca Juga : Nelayan Sepuk Laut Kubu Raya Ditemukan Tewas di atas Sampan
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah mesin Dong Feng dan alat-alat kerja lainnya yang digunakan dalam aktivitas PETI.
“Beberapa peralatan tersebut dirusak, sementara mesin-mesin yang ditemukan dibuang ke anak sungai,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan Ketua RT 09 RW 02 Kelurahan Nyarumkop, aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut sebelumnya telah dihentikan setelah adanya imbauan dari Polsek dan Koramil Singkawang Timur serta pihak kelurahan.
Namun, dalam sepekan terakhir, kegiatan itu kembali dilakukan secara diam-diam.
Baca Juga : Pria Asal Maluku Ditemukan Tewas Saat Tidur di Rumah Warga Kubu Raya
“Ketua RT sendiri mengaku tidak mendapat informasi terkait dimulainya kembali aktivitas tambang tersebut hingga terjadi insiden yang menelan korban jiwa,” tutupnya. ***












