BERKABAR.CO.ID – Duduk terlalu lama dapat berdampak buruk pada kesehatan, khususnya meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes.
Kondisi ini disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik membuat sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun.
Kebiasaan ini kerap ditemui pada pekerja yang duduk selama 8 hingga 10 jam per hari. Namun, risiko tersebut bisa ditekan dengan teknik sederhana yang disebut ‘Duduk-Berjalan 2/20’.
Sebuah studi yang dimuat dalam Diabetes Care menyebutkan bahwa gerakan ringan secara berkala dapat memperbaiki kesehatan metabolik.
Teknik ini menyarankan agar seseorang berdiri atau berjalan selama 2 menit setiap 20 hingga 30 menit duduk.
Baca Juga : Jumlah Penduduk Paris Menurun Gegara Biaya Sewa Rumah Mahal
Meski terdengar sederhana, efeknya cukup besar. Penelitian menunjukkan bahwa kadar gula darah bisa turun 24–30 persen dan insulin berkurang 23–26 persen jika seseorang rutin melakukan aktivitas ringan ini, dibandingkan mereka yang duduk dalam waktu lama tanpa jeda.
Manfaat ini tidak bergantung pada intensitas berjalan. Jalan santai pun cukup untuk membantu tubuh mengontrol kadar glukosa dan lemak dalam darah.
Teknik ini efektif untuk semua kelompok tanpa memandang berat badan, jenis kelamin, atau tingkat kebugaran. Kuncinya adalah frekuensi bergerak, bukan intensitas.
Baca Juga : Tiga Pelajar Diamankan Polisi Saat Hendak Tawuran di Desa Kapur Kubu Raya, Satu Diantaranya Masih SD
Dengan menerapkan pola ‘Duduk-Berjalan 2/20’, risiko gangguan metabolik seperti diabetes bisa ditekan bahkan di tengah rutinitas kerja yang padat. ***












