BERKABAR.CO.ID – Sebanyak tiga pelajar diamankan jajaran Polres Kubu Raya saat diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Jalan Prona, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa 20 Mei 2025 dini hari.
Ironisnya, salah satu dari pelajar tersebut masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Aksi ini terbongkar ketika Tim Patroli Presisi Spartan Polres Kubu Raya yang tergabung dalam Operasi Pekat Kapuas II 2025 tengah berpatroli rutin.
Saat melintas di samping ruko Ponti Suri, tepatnya di dekat sebuah toko emas, petugas melihat sekelompok remaja yang langsung kabur begitu melihat kedatangan mobil patroli.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.
Saat tim yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Hafiz Febrandani mendekati lokasi, para remaja itu langsung melarikan diri ke arah yang berbeda. Namun, tiga orang berhasil diamankan di sekitar lokasi.
Baca Juga : Patroli di Sungai Kapuas, Tim Gabungan Pastikan Tak Ada Aktifitas PETI di Sanggau
“Ketiganya masih berstatus pelajar SD dan SMP,” ucapnya, Kamis 22 Mei 2025.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelajar itu mengaku telah merencanakan tawuran yang dikomunikasikan melalui grup WhatsApp.
Dalam grup tersebut, mereka telah menentukan titik kumpul dan menggunakan logo ‘All Star Pride’ sebagai simbol kelompok.
Pihak kepolisian segera memanggil orang tua para remaja tersebut untuk dilakukan pembinaan dan diberikan peringatan tegas agar tidak mengulangi perbuatannya.
Baca Juga : Satgas Tindak Ops Pekat Kapuas Polda Kalbar Patroli ke Sejumlah Titik Rawan di Pontianak
“Kami akan terus meningkatkan patroli malam. Jika ditemukan membawa senjata tajam atau melakukan kekerasan, akan kami tindak tegas. Tawuran adalah tindakan kriminal dan tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk aktif mengawasi dan membina anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
“Pencegahan tawuran butuh kerja sama dari semua pihak. Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam mencegah hal-hal seperti ini terjadi,” tambahnya. ***












