BERKABAR.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat tipis 1,36 poin, atau 0,02 persen, di level 8.126,56.
Meskipun penguatan ini terbatas, IHSG berhasil mengikuti jejak bursa saham Asia yang cenderung menunjukkan performa positif.
Sementara itu, Indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, justru mengalami penurunan 1,81 poin atau 0,22 persen, mencapai posisi 808,77.
Menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG yang variatif dipengaruhi oleh sentimen pasar global, terutama dari pernyataan Jerome Powell, Ketua The Fed, yang menyebutkan bahwa valuasi pasar saham sudah cukup tinggi.
Baca Juga : IHSG Meroket! Ditutup Menguat 83 Poin ke 7.937, Pasar Menanti Kejutan
Powell menambahkan bahwa The Fed berada dalam posisi yang sulit, mengingat adanya kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja yang tidak sejalan dengan laju inflasi yang tetap berada di atas target 2 persen.
“Meski The Fed tidak berkomitmen untuk memotong suku bunga secara agresif, mereka memprediksi kemungkinan pemotongan suku bunga pada akhir 2025, namun tetap waspada terhadap dampak inflasi,” ungkap Powell.
Di sisi domestik, IHSG mendapat sentimen positif dari laporan terbaru Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4,9 persen pada 2025.
Angka ini lebih tinggi 0,2 poin persentase dibandingkan proyeksi sebelumnya pada Juni 2025, yang mencerminkan resiliensi konsumsi domestik dan dukungan kebijakan fiskal serta moneter yang stabil.
Baca Juga : IHSG Rebound Usai Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Mereda, Tembus 7.699 di Akhir Sesi
Sentimen positif ini membantu IHSG menguat kembali pada sesi kedua perdagangan setelah sempat melanjutkan tren negatif pada sesi pertama. IHSG berhasil kembali ke zona hijau hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor mengalami penguatan, dengan sektor industri mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 4,66 persen.
Sektor barang baku dan properti masing-masing naik 1,30 persen dan 1,06 persen. Namun, empat sektor melemah, dengan sektor infrastruktur mengalami penurunan terbesar sebesar 1,41 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan kesehatan yang masing-masing turun 0,65 persen dan 0,48 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain LPPS, OPMS, GTRA, JARR, dan COIN, sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar termasuk SKBM, LIVE, ARKO, SOTS, dan CASH.
Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah Tipis di Sesi I, Investor Wait and See di Tengah Sentimen Global Negatif
Pada hari ini, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.013.761 kali transaksi, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 55,14 miliar lembar saham senilai Rp38,33 triliun.
Sebanyak 243 saham mengalami kenaikan, 461 saham melemah, dan 100 saham tidak mengalami perubahan harga.
Bursa saham regional Asia turut menunjukkan penguatan pada sore ini, dengan indeks Nikkei menguat 156,84 poin atau 0,34 persen ke level 45.650,50.
Indeks Hang Seng mencatatkan kenaikan 359,53 poin atau 1,37 persen ke posisi 26.518,65, sementara indeks Shanghai naik 31,81 poin atau 0,83 persen ke level 3.853,64.
Baca Juga : Singkawang Raih GM-DTGI Award 2025, Satu-satunya Kota di Kalbar Masuk Daerah Terbaik Tata Kelola Digital
Hanya indeks Strait Times yang mengalami penurunan, turun 12,27 poin atau 0,29 persen ke level 4.290,67. ***












