BERKABAR.CO.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program strategis nasional untuk memperkuat deteksi dini kanker paru, salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.
“Strategi penanganan kanker tidak lagi hanya berfokus pada pengobatan, tetapi pada deteksi dini. Jika kanker teridentifikasi sejak awal, peluang hidup pasien jauh lebih besar,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers, Senin 8 September 2025.
Fokus pada Deteksi Dini
Menkes menjelaskan bahwa diagnosis pada stadium satu memungkinkan pasien langsung menjalani operasi tanpa harus melewati kemoterapi atau radioterapi yang melelahkan.
Baca Juga : Haru! Vidi Aldiano Masih Jalani Kemoterapi Rutin Lawan Kanker Sejak 2019, Sang Ayah Bongkar Kondisinya
Karena itu, peningkatan fasilitas skrining menjadi sangat penting untuk mempercepat diagnosis dan penanganan kasus kanker paru di masyarakat.
Pemerintah Gelontorkan Program Skrining Nasional
Sebagai implementasi strategi besar Kementerian Kesehatan dalam menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular, pemerintah akan:
Mendistribusikan CT Scan dosis rendah ke seluruh kota di Indonesia agar akses skrining kanker paru semakin cepat dan merata.
Baca Juga : Ngeri! Ternyata Makanan Sehari-Hari Ini Bisa Picu Kanker Mematikan, Waspada Sebelum Terlambat!
Mendirikan 514 laboratorium imunohistokimia guna meningkatkan akurasi diagnosis kanker.
Mengembangkan laboratorium patologi anatomi berbasis teknologi Next Generation Sequencing (NGS) di tingkat provinsi untuk mempercepat diagnosis dan menunjang terapi yang lebih presisi.
Harapan Menkes: Selamatkan Lebih Banyak Nyawa
Budi menekankan bahwa teknologi hanyalah alat. “Sebagus apapun infrastrukturnya, ujungnya tetap kembali pada manusianya. Tapi dengan skrining yang lebih baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” tegasnya.
Baca Juga : 5 Manfaat Sunscreen yang Wajib Anda Ketahui, Lengkap dengan Promo Sunscreen Wardah
Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menurunkan angka kematian akibat kanker dan penyakit jantung, dua penyebab kematian tertinggi di Indonesia. ***












