Wagub Krisantus Ingin Bank Kalbar Jadi Tumpuan Ekonomi Digital Kalbar

Wagub Krisantus dalam Rapat Paripurna DPRD Kalbar, mendorong Bank Kalbar segera berbenah agar mampu bersaing secara nasional dan internasional

BERKABAR.CO.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong penuh transformasi besar-besaran di tubuh Bank Kalbar agar mampu menjadi tumpuan utama dalam ekosistem ekonomi digital daerah.

Hal ini disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kalbar dengan agenda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Senin 28 Juli 2025.

“Saya ingin Bank Kalbar ke depan menjadi bank yang berstandar nasional, bahkan internasional. Harus bisa setara dengan BCA dan Mandiri,” tegas Krisantus.

Menurutnya, Bank Kalbar harus segera melakukan migrasi ke sistem transaksi digital modern. Tanpa langkah ini, bank milik daerah itu akan tertinggal dan menyulitkan para pelaku usaha, termasuk calon investor yang ingin masuk ke Kalimantan Barat.

Baca Juga : Kuasa Hukum Ramli Ancam Gugat Praperadilan Polda Kalbar Terkait SP3 Kasus Juli Wajidi

Ia mencontohkan kasus nyata yang dihadapi salah satu investor di bidang perkebunan dan pertambangan. Dengan simpanan dana mencapai Rp100 miliar di Bank Kalbar, investor tersebut kesulitan saat ingin melakukan transaksi jual beli CPO dengan pihak di Tokyo, Jepang.

“Kalau sistem kita masih konvensional, harus tarik dana, harus pindah buku, itu menyulitkan. Tapi kalau sudah digital, terhubung dengan Visa, Mastercard, dan sistem internasional lainnya, semua jadi mudah. Tidak ada lagi kendala waktu dan lokasi,” ujarnya.

Krisantus menekankan, sistem digital bukan hanya mendukung investasi, tetapi juga menjadi sumber pemasukan besar bagi bank.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk menjadi nasabah Bank Kalbar, namun dengan catatan, bank tersebut sudah mampu menyediakan layanan digital berstandar nasional.

“Bayangkan kalau 4 juta rakyat Kalbar masing-masing punya rekening dan melakukan satu transaksi per hari. Dengan biaya BI-Fast Rp2.500 saja, itu bisa menghasilkan Rp6 miliar dalam sehari. Itu baru dari biaya transaksi,” tambahnya.

Baca Juga : Pembangunan Tol Pontianak–Kijing Jalan di Tempat, Kalbar Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Ia menegaskan, Bank Kalbar tidak bisa lagi hanya bergantung pada nasabah ASN dan perangkat pemerintah.

Sebaliknya, bank harus menjual jasa transaksi cepat, mudah, dan aman kepada masyarakat luas, termasuk sektor swasta dan pelaku usaha.

“Saya harap Dirut Bank Kalbar segera ambil langkah konkret. Kita tidak bisa hanya bertahan dengan cara lama. Kalau kita mau bersaing, kita harus bergerak sekarang,” tutupnya. *** REH