Polda Kalbar Telusuri Jaringan Internasional Perdagangan Bayi Asal Pontianak

BERKABAR.CO.ID – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam kasus perdagangan bayi, menyusul pengungkapan sindikat oleh Polda Jawa Barat (Polda Jabar).

Dari enam balita yang berhasil diselamatkan aparat, lima di antaranya berasal dari Pontianak dan diduga hendak dijual ke Singapura.

Wakil Kepala Polda Kalbar, Brigjen Pol Roma Hutajulu, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam tahap awal koordinasi dengan Polda Jabar guna mendalami temuan tersebut.

Ia menegaskan, jika ditemukan indikasi keterlibatan jaringan di Kalimantan Barat, pihaknya akan bertindak tegas.

Baca Juga : Lima Bayi dari Pontianak Diselamatkan dari Jaringan Perdagangan ke Singapura

“Saat ini kami masih menunggu laporan resmi dari Polda Jabar. Koordinasi sedang kami lakukan untuk memastikan apakah ada korelasi antara aktivitas jaringan tersebut dengan wilayah Kalbar,” kata Brigjen Roma, Rabu 16 Juli 2025.

Kasus ini mencuat setelah Polda Jabar membongkar sindikat perdagangan bayi yang diduga berjejaring internasional.

Dalam proses pengungkapan yang berlangsung sejak awal 2023, aparat berhasil menyelamatkan enam balita, lima di antaranya diketahui berasal dari Pontianak.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa para balita itu diterbangkan dari Pontianak menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta sebelum akhirnya diamankan di Mapolda Jabar.

Baca Juga : Polisi Terus Dalami Kasus Penemuan Mayat Bayi di Komplek UNTAN Pontianak

Brigjen Roma menyebut, satu pelaku telah diamankan dalam kasus ini, namun belum dapat dipastikan sejauh mana keterlibatannya dengan jaringan di Kalbar.

“Kami akan melakukan konfirmasi dan cross-check dengan temuan Polda Jabar. Jika ada keterkaitan, tentu akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polda Kalbar siap membackup penuh penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Polda Jabar.

“Kami terbuka untuk berkoordinasi dan bekerja sama mengungkap jaringan ini hingga ke akarnya, apalagi jika benar melibatkan Kalbar sebagai salah satu titik operasional mereka,” tegasnya.

Baca Juga : Polisi Kejar Pelaku Pembuangan Bayi di Segiring Bengkayang

Pengungkapan ini menambah daftar panjang kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan anak-anak sebagai korban.

Polda Kalbar menyatakan komitmennya untuk terus memantau dan mengawasi potensi pergerakan sindikat serupa di wilayah Kalimantan Barat. *** REH