Allulosa, Pemanis Alami yang Direkomendasikan Dokter untuk Gantikan Gula Pasir

Ilustrasi Gula Pasir

BERKABAR.CO.ID – Gula pasir kerap menjadi biang keladi naiknya kadar gula darah dan penumpukan lemak di perut. Fenomena ini membuat banyak orang beralih ke pemanis alternatif yang dianggap lebih sehat.

Selama ini stevia menjadi pilihan populer, namun seorang dokter spesialis jantung asal India, Dr. Alok Chopra, justru merekomendasikan allulosa sebagai pengganti gula yang lebih baik.

Apa Itu Allulosa?

Allulosa adalah jenis gula alami yang secara alami terdapat dalam jumlah kecil pada buah ara, kismis, gandum, dan molase.

Sejak mulai dikenal publik pada dekade 2010-an, allulosa menjadi alternatif pemanis yang menarik perhatian, khususnya bagi penderita diabetes dan individu yang menjalani pola makan rendah kalori.

Baca Juga : Ratusan Petani Arang Bakau Aksi di Batu Ampar, DPRD Kubu Raya Rumuskan Langkah Strategis

Keunggulan utama allulosa adalah kemampuannya memberikan rasa manis tanpa menaikkan kadar gula darah.

Selain itu, allulosa tidak memiliki rasa pahit seperti yang sering ditemukan pada pemanis buatan lainnya, sehingga lebih disukai dari sisi rasa.

Rendah Kalori, Aman untuk Diet dan Diabetes

Menurut laporan dari Cleveland Clinic, allulosa memiliki tingkat kemanisan sekitar 70 persen dibandingkan gula biasa, namun mengandung kalori yang jauh lebih rendah.

Dengan karakteristik ini, allulosa dinilai cocok bagi siapa saja yang ingin mengontrol asupan kalori tanpa mengorbankan rasa manis.

Baca Juga : Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Dekat Lanting Sungai Kapuas Sanggau

Seorang ahli gizi, Anthony DiMarino, menjelaskan bahwa allulosa memiliki struktur kimia yang mirip dengan fruktosa—gula alami dalam buah-buahan.

Setelah masuk ke tubuh, allulosa diserap lalu dengan cepat dikeluarkan tanpa disimpan sebagai energi, sehingga kontribusinya terhadap total kalori harian sangat minimal.

Diakui Secara Global

Keamanan allulosa telah mendapat pengakuan dari berbagai negara. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui penggunaan allulosa sebagai pemanis.

Tak hanya itu, negara lain seperti Jepang, Meksiko, Singapura, dan Korea Selatan juga telah mengizinkan penggunaannya dalam industri makanan dan minuman.

Baca Juga : Tujuh Tujuan Utama Pembangunan Kalbar Ditetapkan dalam RPJMD Baru

Tetap Waspada Efek Samping

Meskipun tergolong aman dan alami, konsumsi allulosa secara berlebihan dapat menimbulkan efek samping ringan seperti perut kembung atau rasa mual.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk tetap memperhatikan jumlah konsumsi harian agar manfaat kesehatan yang ditawarkan tetap optimal.

Kesimpulan

Sebagai alternatif pemanis alami, allulosa memberikan harapan baru bagi mereka yang ingin hidup lebih sehat, terutama penderita diabetes dan pelaku diet rendah kalori.

Baca Juga : McDonald’s Bumi Raya Resmi Dibuka, Usung Desain Dayak Betang

Dengan rasa manis yang mendekati gula asli dan dukungan dari ahli medis, allulosa berpotensi menjadi pilihan utama untuk menggantikan gula pasir di masa depan. ***