BERKABAR.CO.ID – Soekarno, yang dikenal sebagai Bung Karno, adalah sosok sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901, Bung Karno mendedikasikan hidupnya untuk membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.
Perjalanan perjuangan Bung Karno terbentang panjang dan penuh rintangan. Berikut beberapa tonggak penting perjuangannya:
Masa Muda dan Kebangkitan Nasional (1901-1927):
Sejak muda, Bung Karno menunjukkan minat yang besar dalam politik dan nasionalisme. Beliau aktif dalam berbagai organisasi pergerakan, seperti Jong Java dan Perhimpunan Indonesia.
Pada tahun 1927, Bung Karno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI), partai politik pertama yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga : Drama Musikal Perjalanan Opu Daeng Manambon Sukses Digelar KKSS Kalbar
Masa Penjajahan dan Penahanan (1927-1942):
Aktivitas politik Bung Karno yang kritis terhadap penjajah Belanda membuatnya menjadi target.
Beliau ditangkap dan dipenjara di Sukamiskin selama 8 tahun (1929-1931) dan di Ende selama 4 tahun (1934-1938).
Di pengasingan, Bung Karno terus menggelorakan semangat kemerdekaan dan menuangkan pemikirannya dalam buku-buku seperti Marhaenisme dan Indonesia Menggugat.
Masa Penjajahan Jepang dan BPUPKI (1942-1945):
Pada masa penjajahan Jepang, Bung Karno dibebaskan dan dilibatkan dalam berbagai badan bentukan Jepang, seperti Chuo Sangiin (Dewan Perwakilan Rakyat) dan Dokuritsu Junbi Inkai (Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
Baca Juga : Kalbar Salah Satu Titik Prioritas Pengawasan Penyelundupan Narkoba
Di BPUPKI, Bung Karno memainkan peran penting dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Proklamasi Kemerdekaan dan Masa Revolusi (1945-1949):
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno bersama Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Beliau kemudian terpilih sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dalam sidang PPKI.
Masa selanjutnya diwarnai dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari Belanda, yang dikenal sebagai Revolusi Nasional Indonesia.
Masa Pemerintahan dan Pancasila (1949-1967):
Sebagai presiden, Bung Karno memimpin Indonesia melalui berbagai masa, termasuk periode demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin.
Baca Juga : Momen Halal Bihalal, Bupati Alexander Ajak Masyarakat Bangun Ketapang
Beliau terus menggaungkan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan mempromosikan persatuan nasional.
Pada masa ini, Bung Karno juga mencetuskan berbagai proyek pembangunan nasional, seperti Ganefo (Games of the New Emerging Forces) dan Monumen Nasional.
Masa Orde Baru dan Wafat (1967-1970):
Pada tahun 1967, terjadi peralihan kekuasaan dari Bung Karno ke Soeharto, yang dikenal sebagai Orde Baru.
Bung Karno kemudian hidup dalam tahanan rumah dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970.
Baca Juga : Guyub Rukun Selawase, Kebersamaan dan Kerukunan Paguyuban Jawa Kalimantan Barat
Soekarno meninggalkan warisan yang besar bagi bangsa Indonesia. Beliau dikenang sebagai Bapak Proklamasi, Proklamator Kemerdekaan, dan Pencetus Pancasila.
Pemikiran dan perjuangannya terus menginspirasi generasi penerus bangsa untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. ***












