Landak  

Pemkab Landak Gratisfkan Layanan Spesialistik RS Pratama Selama Menunggu Akreditasi

Soft Launching Layanan Spesialistik, RS Pratama Landak Siap Menuju Tipe D

BERKABAR.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Landak menggelar uji coba operasi layanan spesialistik di Rumah Sakit (RS) Pratama Kabupaten Landak, Tunang, Kecamatan Mempawah Hulu pada Senin 26 Oktober 2026. Dalam masa uji coba ini, Pemkab Landak menanggung penuh seluruh biaya sehingga masyarakat menikmati layanan kesehatan secara gratis.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan kehadiran rumah sakit itu membuktikan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata pelayanan kesehatan yang baik dan merata bagi masyarakat. Ia menyoroti bahwa esensi fasilitas kesehatan tidak hanya terletak pada kemegahan fisiknya.

“Membangun gedung ini gampang, satu tahun selesai. Tetapi untuk melengkapi dan memperbaiki, membenahi pelayanan tidak mudah,” ujar Karolin.

Dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Landak membebaskan seluruh biaya bahan habis pakai (BHP), obat, hingga peralatan bagi pasien. Kebijakan itu berlaku sementara rumah sakit menempuh proses akreditasi agar kelak dapat melayani pasien BPJS Kesehatan.

“Untuk saat ini sepenuhnya gratis. Jadi daripada bikin pusing pada saat pemeriksaan BPK, jadi kami bikin gratis. Semua BHP, obat, peralatan segala macam ditanggung Pemerintah Daerah. Kebijakan bupati biar tekor asal kesohor,” kelakar Karolin disambut tawa para hadirin.

Baca juga: Karolin Buka TMMD Ke-130 di Landak, Normalisasi Sungai Jadi Fokus Utama

Karolin menekankan bahwa pembiayaan besar itu tidak menjadi beban daerah, melainkan kewajiban mutlak negara kepada rakyatnya.

“Ini merupakan bagian dari public service obligation. Tugas dari pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu, tentunya ini harus menjadi prioritas kita bersama,” tegasnya.

Terkait status, Karolin menjelaskan rumah sakit itu sedang menjalani masa transisi untuk menyesuaikan diri dengan aturan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Sebenarnya rumah sakit ini rumah sakit pratama, tapi karena nomenklatur Kemenkes sekarang yang baru tidak ada lagi rumah sakit pratama. Jadi ini rumah sakit menuju tipe D,” paparnya.

Direktur RS Pratama Kabupaten Landak Florentina Merry melaporkan rumah sakit berkapasitas 50 tempat tidur itu kini menghadirkan empat layanan spesialis dasar. Tiga layanan penunjang, dan tiga layanan inovasi. Layanan inovasi tersebut memfokuskan diri pada ekosistem kesehatan jiwa dan saraf.

Merry mengungkap pihaknya mengambil langkah itu untuk menjawab urgensi utama masyarakat, yakni tingginya kasus skizofrenia yang mencapai 2.325 kasus pada 2025.

Baca juga: Transisi Energi Pedalaman: Karolin Bawa PLTMH Landak Menjadi Yang Terbaik di ASEAN

Guna menjamin keberlanjutan, pihaknya juga mengejar tiga target administratif dalam waktu dekat.

“Sebagai langkah keberlanjutan dalam memperkuat tata kelola dan mutu pelayanan, dalam waktu dekat kami memfokuskan pada tiga agenda strategis utama yakni akreditasi perdana pada 19–20 November 2026, kredensialing BPJS bersama PERSI, dan penyelesaian regulasi PPK-BLUD,” ungkapnya.

Warga setempat langsung merasakan manfaat layanan itu. Andreas Andre, salah seorang pasien poli jiwa yang hadir, mengaku sangat bersyukur karena kini dapat menangani keluhan spesialis jiwa di daerahnya sendiri.

“Karena dengan adanya poli jiwa ini, kita dapat berobat keluhan-keluhan spesialis jiwa, kayak stres atau depresi, tidak terlalu jauh-jauh lagi. Kalau sebelumnya biasanya tuh di Pontianak,” ungkap Andreas.

Ia berharap pemerintah menjaga mutu dan keberlanjutan layanan tersebut.

“Semoga dengan launching di rumah sakit pratama ini, pelayanannya berkelanjutan dan setiap poli-poli yang sudah disediakan itu, dokternya selalu ada,” tutup Andreas.***