Catatan Positif di Usia Ke-19: Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89 Persen

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Barat pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kayong Utara.

BERKABAR.CO.ID – Kabupaten Kayong Utara berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen. Pencapaian ini merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan hal tersebut saat membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Barat pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-19 Kabupaten Kayong Utara. Upacara ini berlangsung di Halaman Dinas Pendidikan, Sukadana pada Jumat 26 Juni 2026.

“Kita melihat tren positif di mana pertumbuhan ekonomi Kayong Utara melesat hingga mencapai 5,89%. Angka ini merupakan sebuah lompatan tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ucap Romi.

Baca juga: Bupati Romi Berikan Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Namun demikian, ia menegaskan bahwa ketangguhan ekonomi tersebut harus diimbangi dengan semangat kebersamaan.

“Ketangguhan ekonomi ini tidak akan bermakna tanpa adanya semangat kebersamaan. Kemajuan tidak bisa berjalan secara parsial. Pemerintah, swasta, akademisi, media, dan seluruh lapisan masyarakat harus melebur dalam satu visi untuk bergerak maju, mengesampingkan perbedaan, dan memperkuat gotong royong,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati Romi menjelaskan arah pembangunan ke depan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kayong Utara harus berlandaskan tiga pilar utama, yakni sinergi, berkelanjutan, dan inklusif.

“Sinergi diperlukan agar pembangunan daerah selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional. Di samping itu, pembangunan juga harus menjaga kelestarian potensi alam yang dimiliki Kayong Utara. Sekaligus, kita harus memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan dan masyarakat di wilayah kepulauan,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Kayong Utara Susun Langkah Strategis di Rapat Paripurna HUT ke-19

Berdasarkan hal itu, Bupati Romi meminta seluruh perangkat daerah menjadikan data statistik sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan.

“Lakukan intervensi program yang tepat sasaran, efektif, dan efisien. Jadikan momentum Hari Jadi ke-19 ini sebagai titik tolak untuk melakukan lompatan besar. Pertahankan capaian positif yang ada, dan mari bekerja keras mengintervensi serta memperbaiki kekurangan yang tersisa,” tutupnya.***